Pesta S. Fransiskus Xaverius, Im (P). Pelindung Misi
1 Kor.9:16-19,22-23; Mzm. 117:1,2; Mrk. 16:16-20
Terdapat tiga syarat untuk menjadi murid Yesus: menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Yesus. Syarat itu bukan sekedar pertimbangan baik-buruknya, layak-tidaknya ataupun cocok-tidaknya. Melainkan lebih merupakan suatu keharusan, bahkan sudah menjadi bagian integral dalam tugas seorang murid. Dari sebab itu, “…celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil” (1Kor. 9:16b).
Allah menghendaki supaya setiap orang dapat memperoleh keselamatan. Melalui pewartaan atau tugas dari seorang murid, maka kemuliaan dan janji keselamatan Allah itu dapat diteruskan kepada setiap orang dan terlaksana atas hati setiap orang yang mau mendengar kesaksian itu dan melaksanakannya juga.
Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus berpesan hendaknya semangat kerasulan yang dibawanya mampu merekonstruksi cara pandang dan semangat umat beriman akan tugas pewartaan. Semangat tanpa pamrih, membuat dirinya menganggap bahwa mewartakan Injil adalah satu-satunya tugas mulia, sehingga ia berani menanggalkan hak hidup sebagai pewarta dan dapat mengabdikan diri secara bebas dan total kepada semua orang.
Sikap ini pula tidak didukung oleh kehendaknya sendiri sehingga tuntutan upah bukanlah prioritas dalam tugas. Melainkan, tugas ini ditanggungkan atasnya oleh karena kehendak Bapa di dalam dirinya. Sehingga, upah seorang pewarta bukan datang dan berasal dari dunia. Sebaliknya, upahnya besar dalam Kerajaan Surga.
Terpanggil untuk mewartakan Injil menjadi harapan Gereja bagi seluruh umat-Nya. Sehingga, nafas iman yang sering digemakan umat dalam nyanyian Gereja menjadi harapan semua orang Kristen. Kekuatan Gereja adalah pewartaan. Pewartaan itu muncul dari semangat Sang Gembala Utama dan diwariskan kepada gembala-gembala Gereja sampai kepada para kawanan domba.
Menjadi Rasul berarti melanjutkan karya pewartaan Injil itu, agar janji keselamatan Allah dapat terpenuhi bagi semua orang. “Pergilah ke seluruh dunia, wartakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”. Kuasa Allah itu pun serentak terberi dan menyatu dalam semangat semua murid Tuhan. Semangat itu pula yang menjiwai Santo Fransiskus dalam karya misinya untuk memperkenalkan Tuhan kepada semua orang dan membawa mereka dalam iman Gereja, yakni janji keselamatan dalam kemuliaan Allah.
(Fr. Michael Hart Terok)
“Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian di dalamnya” (1Kor. 9:23).
Marilah Berdoa :
Ya Bapa, semoga semangat kerasulan senantiasa berkobar dalam diri dan tugas pewartaanku. Amin.











