“Kebenaran dalam Hidup”: Renungan, Senin 28 Desember 2020

0
1513

Pesta Kanak-Kanak Suci, Mrt (M), Hari Keempat dalam Oktaf Natal.

1 Yoh. 1:5-2:2; Mzm. 124:2-3,4-5,7b-8; Mt. 2;13-18.

Pada hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Kanak-Kanak Suci. Perayaan ini mengajak semua umat beriman untuk melihat dan merenungkan kembali peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem. Kelahiran Yesus ini memberi ancaman terhadap kekuasaan Herodes, sehingga ia geram. Herodes adalah seorang penguasa yang kejam dan licik. Karena kekuasaannya, ia tidak menginginkan seorang pun yang bisa menggantikan posisinya sebagai raja. Karena dibutakan oleh nafsu akan kekuasaan Herodes berusaha untuk menemukan Yesus yang dilahirkan itu.

Kegeraman Herodes ini memuncak ketika para majus yang disuruhnya untuk kembali untuk memberitahukan tempat kelahiran sang raja yang baru lahir itu malah pulang melalui jalan lain. Rencana Herodes yang gagal ini menimbulkan suatu kepedihan yang sangat luar biasa meliputi kota Betlehem, yakni terjadi pertumpahan darah yang dialami oleh bayi laki-laki di Betlehem.

Anak-anak kecil di Betlehem disebut Gereja sebagai Kanak-Kanak Suci dan kematian mereka dihormati sebagai kemartiran. Dari sekian banyak anak yang dibunuh tersebut, ada satu yang selamat karena mengungsi ke Mesir. Dialah bayi Yesus, Sang Raja Penyelamat yang kelak akan menyelamatkan manusia dari perbudakan dosa.

Lewat bacaan pertama kita diajak menjauhi kegelapan. Kegelapan yang dimaksudkan adalah tidak melakukan kebenaran bahkan berdusta atas kebenaran tersebut. Rasul Yohanes dalam suratnya menasehati agar kita senantiasa hidup dalam terang sama seperti Dia ada dalam terang. Hidup dalam terang yang dimaksud ialah melakukan kebenaran. Melakukan kebenaran kadang terasa berat bahkan kerap harus mengorbankan nyawa. Kerap pula kebenaran tak disukai orang lain. Namun kebenaran selalu merupakan kehendak Tuhan. Dengan melakukan kebenaran maka kita sebenarnya telah mewujudkan kemurnian dan kesucian dalam hidup. Dengan itu, kualitas iman kita diuji.

Marilah kita senantiasa hidup suci dan murni di hadapan Tuhan agar kita dijauhkan dari segala kejahatan dan kegelapan dosa. Hanya dengan keberanian yang besar maka kita dapat memikul tanggung jawab ini. Berani melakukan apa yang benar dalam hidup. Dengan begitu kita layak menerima keselamatan dari Allah yang dibawa oleh Kristus lewat kelahiran-Nya ke dunia.

 (Fr. Andreas Lalin)

 “Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh Nabi: Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku” (Mat. 2:15).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga iman yang kami akui dengan perkataan kami nyatakan pula dengan perbuatan. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini