Hari Biasa Pekan II Adven (U)
Yes 41:13-20; Mzm 145:9, 10-11, 1213ab; Matius 11:11-15
Kerap kali kita lupa akan kuasa serta penyertaan Tuhan bagi diri kita. Hal demikian nampak nyata ketika kita diperhadapkan pada situasi, masalah atau pengalaman suram yang menerpa kita. Pengalaman yang turut serta mengoyahkan iman kita kepada Allah. Dengannya pula kita memperpanjang jarak serta relasi bersama Allah. Sesungguhnya Allah berinisiatif dengan memberi jaminan untuk menolong umat-Nya dari setiap masalah yang dilaluinya. Melalui Nabi Yesaya dalam bacaan pertama, Allah menepati janjiNya dengan berfirman, “Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” Perkataan ini mau memberi suntikan semangat bagi kita untuk senantiasa mengimani Allah serta mengandalkan-Nya dalam setiap perjalanan hidup kita.
Bacaan Injil mengisahkan Yohanes Pembaptis sebagai sosok yang menyiapkan jalan bagi kita agar bisa sampai kepada Tuhan. Yohanes Pembaptis dengan cara hidupnya membuatnya diyakini sebagai nabi besar pada zamannya. Ketaatan Yohanes membuatnya menjadi orang yang besar dan disegani banyak orang. Namun Yesus menegaskan bahwa mereka yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari padanya.
Pribadi Yohanes Pembaptis menjadi panutan dan teladan manusia agar bisa hidup taat pada Allah. Dengan taat kepada Allah serta pula menjadi saksi iman-Nya, menjadikan manusia menerima janji pertolongan dari Allah. Yohanes menjadi gambaran kebaikan Tuhan yang menyatakan diri-Nya dengan takkan meninggalkan umat-Nya. Tak perlulah bagi kita untuk menjadi sama seperti Yohanes, akan tetapi belajar dari cara hidup dan ketaannya.
Allah selalu menepati janji-Nya dengan memberi pertolongan serta takkan meninggalkan kita umat-Nya dalam keadaan apapun itu. Janji perlindungan Allah itu menjadi tanda nyata kasih-Nya bagi kita. Kedatangan Yesus menjadi puncak dari kasih dan penyertaan-Nya bagi kita. Pada masa adven ini, kita diajak untuk selalu berpegang pada Allah yang kita imani. Menaruh segala harapan kita kepada Tuhan bahwa Ia akan selalu memberi uluran tangan kepada kita umat-Nya. Oleh sebab itu belajarlah untuk selalu mendengarkan-Nya dengan penuh iman. Sebab “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”
(Fr. Januarius Heatubun)
“Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau” (Yes. 41:13).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan Allah, Engkau senantiasa memperhatikan kami umat-Mu dalam derap langkah hidup dan masalah kami. Bantulah kami agar menjadi saksi–Mu yang setia. Amin.











