Hari Biasa Pekan III Adven (U).
Zef. 3:1-2, 9-13; Mzm. 34: 2-3,6-7, 17,18,19, 23; Mat. 21:28-32
Orang yang telah berbuat dosa, sering-kali tetap tinggal dalam rasa bersalah. Ada dua kemungkinan bagi orang-orang yang terlanjur berbuat salah. Pertama, ingin bertobat dan merubah sikapnya. Kedua, bersikap tidak tahu apa-apa dan tetap mengulang perbuatan dosanya yang sama ataupun perbuatan dosa yang lain. Kedua kemungkinan itu sama halnya dengan dua model sikap yang dilakukan oleh kedua anak dalam Injil hari ini.
Dikisahkan anak yang pertama mengiyakan permintaan dari bapa-nya, akan tetapi anak pertama akhirnya tak menghiraukan dan tidak melaksanakan perintah bapanya sama sekali. Dibandingkan anak yang pertama, walaupun awalnya tidak mau mendengarkan, anak kedua tetap mau menjalankan kehendak bapa-nya.
Anak mana yang dipuji oleh Yesus? Yesus lebih menyukai dan memuji sikap anak kedua dibanding sikap anak pertama. Anak kedua tahu bahwa ia telah berdosa; bahwa ia tidak menyukakan hati bapanya, tetapi ia masih saja menyesal dan membenahi dirinya. Inilah sebabnya Yesus lebih memilih sikap penyesalan yang antusias dari pendosa dan para pemungut cukai dari pada para ahli-ahli taurat.
Para pendosa dan pemungut cukai sadar akan keberdosaan mereka dan menyesal karena percaya kepada Yohanes. Rasa menyesal, membenahi diri dan taat pada Tuhan adalah jalan awal untuk mencapai Kerajaan Surga seperti yang diungkapkan dalam Injil. Sedangkan ketidakpercayaan para ahli Taurat kepada Yohanes adalah bukti yang nyata bahwa keberdosaan masih melekat dalam diri mereka.
Nabi Zefanya juga dengan jelas menegaskan bahwa mendengarkan teguran dan taat akan kehendak Tuhan adalah cara lain untuk masuk surga. Semua manusia pasti akan jatuh dalam jurang keberdosaan. Tetapi janji nyata dari Tuhan yakni Ia tidak akan pernah meninggalkan orang yang bertobat dan menyesali dosanya.
Kita tak bisa menghapus dosa, tetapi menyesali, membenahi diri serta taat kepada Tuhan adalah langkah yang tepat untuk menghindarkan diri kita dari dosa. Tuhan tidak pernah berjanji bahwa semua baik-baik saja. Namun Tuhan berjanji untuk selalu menyertai kita, sehinga kita akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggu kita. Apa itu? Kepenuhan dalam Kerajaan Surga.
(Fr. Diros Pugon)
“Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahalui kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah”(Mat. 21: 31 b).
Marilah Berdoa:
Tuhan, bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan benahi hidupku menurut kehendak-Mu yang Mahakudus. Amin











