“Terima Kasih”: Renungan, Rabu 11 November 2020

0
1614

(PW) S. Martinus dari Tours, Uskp (P)

Tit. 3:1-7; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Luk. 17: 11-19.

Terima kasih adalah ungkapan yang sering kali kita ucapkan ketika mendapat rahmat atau pun berkat. Ungkapan tersebut  diucapkan kepada Tuhan dan juga kepada sesama yang telah hadir dalam kehidupan kita sekaligus yang telah menjadi penolong hidup kita. Ucapan tersebut adalah balas jasa dari kita bagi mereka yang telah membantu dan menolong kita. Sama seperti sikap dari Santo Martinus. Dalam suatu perjalanan dinas ke kota Amiens, pada musim dingin, Martinus berpapasan dengan seorang pengemis malang yang sedang kedinginan di pintu gerbang kota. Pengemis itu mengulurkan tangannya meminta sesuatu dari padanya. Kasihan ia tidak membawa uang sesen pun pada waktu itu. Maka yang dilakukannya adalah Martinus segera menghunus pedangnya dan membelah mantelnya yang indah itu: sebagian untuk dia dan sebagian diberikan kepada pengemis itu.

Berangkat dari ungkapan terima kasih dan kisah dari Santo Martinus di atas, maka sebagai orang kristiani bacaan-bacaan pada hari ini mengajak kita untuk sadar diri. Surat Rasul Paulus kepada Titus menyadarkan kita bahwa Allah menyelamatkan kita karena rahmat-Nya, dan karena kehendak-Nya serta kemurahan dari-Nya sehingga Allah hadir untuk menyelamatkan kita, agar kita berhak menerima hidup yang kekal.

Dalam bacaan Injil, kita disadarkan dan diajak oleh seorang kusta yang menolak lupa untuk berterimakasih kepada Yesus yang telah menyembuhkan dirinya dari penyakit. Perbuatan orang kusta tersebut memperlihatkan bahwa untuk memuliakan Allah patutlah bagi kita untuk berterimakasih kepada-Nya. Tindakan tersebut merupakan bentuk kesadaran diri atas rahmat yang telah Allah berikan untuk kita. Walaupun kerap kali kita bertindak seperti sembilan orang kusta yang tidak kembali untuk berterimakasih kepada Yesus. Tindakan kesembilan orang kusta tersebut menjadi pelajaran bagi kita yang kurang sadar diri, agar menjadi lebih sadar dan bangun dari keterpurukan ego, sehingga dapat mengakui karya Allah yang telah kita terima dalam hidup. Dan dari seorang kusta yang telah kembali dan berterimakasih kepada Yesus dan Santo Martinus kita belajar untuk selalu bersyukur dan berterimakasih akan segala karya Allah yang telah kita terima dalam kehidupan kita.

(Fr. Philipus Rahae)

“Berdirilah dan pergilah imanmu telah menyelamatkan engkau” (Luk. 17:19).

Marilah berdoa:

Tuhan, ajarkan aku agar tidak pernah lupa berterimakasih kepada-Mu atas segala berkat yang telah Kaucurahkan dalam kehidupanku. Amin

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini