“Siap Sediakah Kamu?”: Renungan, Sabtu 28 November 2020

0
1395

Hari Biasa (H)

Why 22:1-7; Mzm. 95:1-2,3-5,6-7; Luk. 21:34-36

Kesengsaraan atau bilanglah sebuah penderitaan pasti akan datang atau terjadi. Yesus memberikan penguatan bagi semua pengikut-Nya untuk tetap bertahan. Senjata yang paling ampuh bagi umat beriman adalah dengan cara berdoa. Yesus mengajak para pengikut-Nya untuk selalu berdoa supaya mereka mempunyai kekuatan untuk luput dari semua hal yang bisa saja terjadi. Selain mampu bertahan di hadapan segala bencana dan penderitaan, ada sebuah tujuan lain yang tidak kalah penting yaitu supaya setiap orang beriman dapat berdiri tegak di hadapan Anak Manusia.

Hal ini mengingatkan orang beriman terhadap penghakiman terakhir, di mana mereka yang tidak melakukan sesuatu untuk menolong orang-orang tersingkir, tidak akan bertahan di hadapan Anak Manusia. Yesus tidak membiarkan para murid-Nya untuk terlena atau tidak siap dalam menghadapi keadaan seperti itu, yang bisa datang kapan saja dan di mana saja. Pesan untuk berjaga-jaga menjadi sebuah pesan yang abadi di mana Gereja tidak boleh lengah akan hal itu.

Dunia baru yang dijanjikan Allah digambarkan dengan bagus dalam bacaan pertama dari kitab Wahyu. Sebuah dunia yang diatur kembali nuansanya oleh Allah, bahkan dunia baru ini akan sangat berbeda dengan dunia sebelumnya. Dikatakan bahwa dalam dunia baru , malam tidak akan ada lagi, mereka tidak lagi memerlukan lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhanlah yang akan menerangi mereka. Tidak akan ada tipu daya dan kebohongan, hawa nafsu dan keserakahan yang menjadi akar masalah dari kehancuran dunia lama.

Sebenarnya, secara tidak langsung mau dikatakan bahwa manusia kembali dekat dan hidup bersama Allah sebagaimana dahulu di Taman Eden, sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Ada banyak kejutan yang diberikan oleh Allah, dan setiap orang harus siap dan menerimanya. Kejutan mungkin tidak selamanya berkaitan dengan hal-hal yang baik saja. Terkadang, ada hal-hal yang tidak baik yang Tuhan berikan. Kejutan berupa kekurangan, kelemahan, sakit dan masalah, adalah kejutan yang mengundang manusia untuk membuktikan ketulusan cinta dan ketangguhan dalam perjanjian. Di sinilah letaknya mengapa setiap orang beriman harus siap sedia dan berjaga-jaga, sambil berdoa memohon kesiapan dan kekuatan dalam menerima kejutan yang Tuhan Yesus berikan.

 (Fr. Kani Lenak )

“Berjaga-jagalah dan berdoalah selalu, supaya kamu pantas menghadap Anak Manusia”. (Luk 21: 36)

Marilah Berdoa :

Tuhan Yesus, semoga kami tekun berdoa dan mau bebrbala rasa dengan mereka yang lemah, sakit, terpinggir, kehilangan tempat tinggal, dan dikucilkan. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini