Pw S. Karolus Borromeus, Usk (P)
Flp. 2:12-18; Mzm.27:1,4,13-14; Luk. 14:25-33
Hari ini Gereja Universal merayakan peringatan wajib Santo Karolus Borromeus, seorang Uskup yang dikenal sebagai martir cinta kasih. Santo Karolus dikenal sebagai martir cinta kasih karena cintanya pada Kristus yang ia wujudkan dengan mencintai orang-orang yang menderita. Santo Karolus rela meninggalkan segala sesuatu demi mengikut Kristus sumber cinta yang utama. Santo Karolus percaya bahwa dengan melepaskan segalanya, ia akan mendapatkan kebahagiaan keselamatan surgawi.
Dalam bacaan Injil Yesus memberikan sebuah syarat bagi para pengikutnya bagaimana mengikuti Dia. Dalam bacaan Injil, kata-kata Yesus kepada para pengikut-Nya memang dapat digolongkan sebagai sebuah perkataan yang keras. Yesus berkata bahwa jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Nya.
Secara spontan, setiap orang pasti akan bertanya maksud membenci dalam perkataan Yesus kepada para pengikutnya. Makna membenci yang umumnya dipahami berbeda dengan membenci yang dimaksudkan oleh Yesus. Lebih tepatnya kata membenci hanya masalah penerjemahan. Kata yang cocok untuk menggambarkan maksud Yesus dalam bacaan Injil hari ini ialah mengasihi atau mencintai. Jadi bukan membenci melainkan mengasihi atau mencintai.
Yesus mengajak para pengikutnya supaya mencintai atau mengasihi Dia lebih dari segala sesuatu, lebih dari siapa pun, termasuk yang dikatakan oleh Yesus yakni bapa, ibu, istri, anak-anak, saudara laki-laki, saudara perempuan bahkan nyawa sendiri. Ajakan Yesus hari ini hendaknya menyadarkan siapa yang masih terikat atau mencintai segala harta duniawi yang terkadang merugikan, menyesatkan, mengaburkan jalan keselamatan. Mencintai dan mengasihi Dia lebih dari segala sesuatu tentunya bukan hanya sebatas mencintai belaka. Dibutuhkan sebuah tindakan atau perbuatan nyata.
Santo Karolus Borromeus yang diperingati hari ini hendaknya menjadi teladan bagi setiap orang beriman bagaimana mencintai, mengasihi Kristus lebih dari segala sesuatu. Bahkan cintanya tersebut tidak berhenti hanya sebatas mencintai belaka, melainkan ia wujudkan dalam perbuatan nyata, yakni mencintai orang-orang yang menderita.
(Fr. Bryan Resubun)
“Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku” (Luk.14:33)
Marilah berdoa:
Ya Allah, utuslah Roh Kudus-Mu dalam membimbing dan menuntun hambamu ini dalam mencintai dan mengasihi Dikau lebih dari segala sesuatu. Amin.











