“Kesetiaan dalam semangat pengabdian”: Renungan, Sabtu 7 November 2020

0
2001

Hari Biasa (H)

Flp. 4: 10-19; Mzm. 112:1-2,5-6,8a,9; Luk.16:9-15

Kesetiaan merupakan suatu pilihan hidup. Kesetiaan ini menjadi nyata dalam pengabdian. Pengabdian itu sendiri menunjuk pada tindakan mau mengikuti Yesus Kristus dengan segala kesetiaan dan pemberian diri.

Dalam realitas hidup, setiap orang terkadang tergoncang kesetiaannya oleh berbagai macam harta kekayaan yang selalu dikaguminya. Entah itu hal yang negatif maupun hal yang positif. Orang ingin terlihat mengagumkan di hadapan banyak orang dengan menggunakan berbagai perhiasan dan harta benda lain yang dimilikinya. Namun semuanya itu hanyalah tipuan yang mengelabui mata kita.

Dalam bacaan pertama dikisahkan dengan jelas bahwa Allah sendiri akan memenuhi segala keperluan berdasarkan kekayaan dan kemuliaaan dalam Kristus Yesus. Sehingga hal itu mau mengatakan  dan menegaskan kepada kita yang menjadi pengikut Kristus bahwa ketaatan imanlah yang menjadi salah satu kekayaan dan harta yang tak pernah pudar. Maka kemauan manusia untuk melayani Allah itulah yang menjadi pokok dan sumber kehidupan kita semua. Dengan begitu orang yang tergerak oleh semangat semacam ini tidak akan pernah menghiraukan pengakuan, sanjungan dan penghargaan yang ia dambakan.

Injil hari ini hendak menegaskan bahwa kesetiaan itu bukanlah suatu kewajiban melainkan suatu kemauan dan totalitas pemberian diri. Sehingga ketika kita hidup dengan iman, kita akan selalu dituntut untuk hidup dengan kesetiaan yang utuh dan mutlak. Dengan begitu iman kita tidak boleh terguncang dengan berbagai macam godaan duniawi.

Oleh sebab itu,  Yesus mengatakan bahwa barangsiapa setia dalam perkara-perkara yang kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara yang besar. Kita juga perlu untuk setia dalam semangat pengabdian termasuk untuk hal-hal kecil. Karena dengan begitu kita akan mendapatkan tanggungjawab yang besar dalam berbagai bidang kehidupan kita.

(Fr. Mathias Fasse)

Barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar” (Luk. 16: 10).

Marilah Berdoa:

Ya Allah, aku rapuh, mudah tergoda dan jatuh dalam berbagai macam cobaan. Aku sangat membutuhkan kekuatan-Mu agar aku bertahan dalam keutamaan. Bantulah aku, Tuhan. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini