“Cerdik Secara Tepat”: Renungan, Jumat 6 November 2020

0
2136

Hari Biasa (H)

Flp. 3:17 – 4:1; Mzm. 122:1-2,3-4a.4b-5; Luk. 16:1-8.

Orang yang cerdik adalah orang yang cepat mengerti dan pandai dalam memecahkan masalah. Berkat kepandaiannya itu orang cerdik tentu banyak disegani. Tapi tak jarang orang cerdik disamakan juga dengan orang yang licik dan banyak tipu muslihatnya.

Bacaan Injil hari ini menceritakan perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur. Dalam perumpamaan itu diceritakan tentang seorang kaya yang memiliki seorang bendahara. Bendahara itu dituduh telah menghamburkan kekayaan tuannya. Kemudian bendahara itu dipecat dan dimintai pertanggungjawaban. Dipecat menjadi suatu masalah bagi bendahara itu. Ia berpikir tentang bagaimana ia akan melanjutkan hidup tanpa pekerjaan dan tanpa uang. Bendahara itu pun tidak tinggal diam. Ia berpikir dan mencari cara agar mendapat bantuan dalam menghadapi masalah tersebut. Ia kemudian memanggil orang-orang yang berhutang kepada tuannya dan meminta mereka membuat surat hutang yang baru yang meringankan beban hutang mereka itu. Dengan begitu, ia bisa mendapat bantuan dari mereka setelah dipecat tuannya. Atas tindakannya itu, ia dipuji oleh tuannya karena telah bertindak dengan cerdik.

Lewat perumpamaan ini, Yesus hendak mengkritik cara bertindak kita. Seringkali kita bertindak seperti bendahara yang tidak jujur itu. Kita sering menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan hidup kita. Bahkan juga kita bisa seperti orang kaya itu, yang memuji tindakan orang lain yang bertindak secara tidak benar, kendati tujuannya itu baik. Sebagaimana bendahara yang hendak membangun hubungan yang baik dengan orang yang berhutang tetapi memakai cara yang tidak tepat.

Sadar akan cara atau gaya bertindak kita, maka lewat bacaan ini Yesus mengajak kita untuk mengoreksi cara kita dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Yesus mengajak kita untuk bertindak secara benar dan menggunakan cara yang tepat. Kita harus selalu berusaha melakukan yang benar sebagaimana yang dikatakan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, yakni bertindak seturut teladannya. Dengan begitu kita tidak akan menjadi seteru salib Kristus yang nanti pada kesudahannya akan menuai kebinasaan sebagai hasil tindakannya.

(Fr. Dominikus Samponu)

 “Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang” (Luk, 16:8).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk sadar akan kelemahan kami dalam bertindak, sehingga kami tidak mudah untuk mengambil tindakan yang mendatangkan dosa atas kami. Kami mohon sertailah kami agar kami dapat bertindak secara benar seturut dengan kehendak-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini