“Keluarga Adalah Surga Yang Nyata”: Renungan, Selasa 27 Oktober 2020

0
1894

Hari Biasa (H)

Ef. 5:21-33; Mzm. 128:1-2,3,4-5; Luk. 13:18-21. 

Sebagai orang Katolik tentu saja kita tahu doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Itulah doa Bapa Kami. Doa yang sederhana dan kaya akan makna. Di sini kita tidak diajak untuk merenungkan semua kata-kata yang termuat dalam doa tersebut. Namun terdapat satu kalimat yang berhubungan dengan bacaan hari ini, yakni “datanglah Kerajaan-Mu di atas bumi seperti di surga” (Mat. 6:10; Luk. 11:2). Kalimat dalam doa ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang ada dalam surga seperti kasih dan kebahagiaan, perlu tampak dalam dunia yang sekarang sarat akan penderitaan serta pudarnya kasih kepada sesama.

Selain itu, Yesus dalam perumpamaan-Nya yang dikisahkan dalam Injil, menyatakan bahwa Kerajaan Allah sebenarnya telah tampak di dunia ini. Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah seperti biji sesawi yang ditaburkan di ladang. Walaupun kecil namun dapat bertumbuh menjadi besar dan berguna bagi makhluk ciptaan lain. Tidak hanya itu, Yesus mengumpamakan juga Kerajaan Allah itu seperti ragi yang diadukan ke dalam tepung, sehingga menjadi berkembang dan bisa menjadi adonan roti yang nantinya bisa dinikmati oleh banyak orang.

Sehingga kebahagiaan, kasih dan segala sesuatu yang terjadi dalam surga sesungguhnya telah tampak dalam dunia ini yakni dalam kehidupan keluarga dan komunitas kita sendiri. Rasul Paulus pada bacaan pertama mengingatkan kita bahwa Kerajaan Allah seperti kehidupan suami-istri. Di mana, keduanya saling memberikan kasih, pengorbanan dan penghormatan kepada satu dengan yang lain. Suami-istri yang saling memahami, menunjukkan mereka telah memberikan kasih serta pengorbanan yang tulus.

Bahkan, Kerajaan Allah itu bisa menjadi nyata pula jika dalam kehidupan keluarga sebagai suami-istri, orang tua dan anak-anak terbuka kepada kehendak Tuhan dan mau melaksanakannya.  Kitab Mazmur memberi gambaran yang jelas kepada kita bahwa apabila dalam keluarga kita menyadari akan perannya dan selalu melakukannya seturut kehendak Tuhan pastilah kebahagiaan yang kita harapkan dalam doa Bapa kami dengan sendirinya terwujud. Maka, marilah terus berdoa mohon bantuan Tuhan supaya kehidupan keluarga dan komunitas kita menjadi seperti benih yang terus bertumbuh dalam terang sabda Allah, agar kita dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang berada di sekitar kita.

(Fr. Efrianus Kaka Embu)

“Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala hal” (Ef. 5:24).

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, jadikan kehidupan kami seperti benih dan ragi yang bisa berguna bagi banyak orang untuk menampakkan kerajaan-Mu. Amin

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini