“Tanda-tanda Kehadiran”: Renungan, Rabu 16 September 2020

0
1597

Pw S. Kornelius, Paus dan S. Siprianus, Uskup Martir (M)

1Kor. 12:31-13:13; Mzm. 33: 2-3,4-5,12,22;Luk. 7:31-35

 Bacaan Injil hari ini menceritakan kedatangan Mesias yang telah dinubuatkan para Nabi, namun justru diabaikan oleh para ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka mengetahui nubuat kedatangan Mesias. Mereka menyaksikan keajaiban dan tanda-tanda kehadiran Mesias namun tetap mengabaikannya, bahkan menolaknya. Yesus merasa heran akan generasi ini, dengan berkata, “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini?”

Para ahli Taurat dan orang Farisi bukan hanya tidak membuka hati akan kehadiran Mesias, tetapi juga menuduh Yesus sebagai penghujat Allah dan pendosa. Perumpamaan yang diberikan Yesus mengenai kemunafikan kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat ini, mewakili sikap angkatan di masa itu yang merindukan kedatangan Sang Mesias. Namun ketika Mesias datang, dan kendatipun mereka telah menyaksikan tanda-tanda dan mujizat, mereka menolaknya dan berusaha membunuhnya.

Sikap generasi di masa Yesus yang menolak kehadiran Sang Mesias juga sering terjadi di masa sekarang. Seringkali jalan pikiran dan tindakan kita bertentangan dengan jalan Tuhan. Kita menginginkan keselamatan tetapi menjauh dari sumber keselamatan yakni Yesus sendiri. Kita sering kali meremehkan bahkan mencurigai dan menganggap angin lalu nasehat dan teguran dari sesama. Kita kehilangan ketajaman dan kepekaan untuk mengenal dan merasakan tanda-tanda kehadiran Allah dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehingga hari demi hari kita semakin jauh dari sumber yang menyelamatkan itu.

Di akhir bacaan Injil hari ini, Yesus memberikan harapan baru bagi mereka yang mau membuka hati untuk menerima-Nya. Mereka akan memperoleh hikmat. Rasul Paulus dalam bacaan I menegaskan agar kita sebagai orang kristiani hendaknya berusaha memperoleh keutamaan-keutamaan hidup yang didasarkan pada iman, pengharapan dan kasih. Karena dengan memperoleh kasih, pengharapan, dan iman kepada Allah, kita dimampukan memahami setiap tanda kehadiran Allah dalam hidup kita.

Hari ini Gereja memperingati St. Kornelius, Paus dan St. Siprianus Uskup. Kedua orang Kudus ini diperingati secara bersamaan. Keduanya memiliki semangat yang sama dalam menyatukan umat dengan usaha yang gigi mempertahankan ajaran Gereja Kristus yang benar dari pengaruh bidaah yang muncul di masa itu. Semoga dengan teladan dari kedua orang kudus ini, kita pun memperoleh semangat yang sama untuk senantiasa hidup sesuai dengan ajaran iman yang benar.

(Fr. Agustinus Udenge)

“Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis” (Luk. 7:32).

Marilah berdoa:

Tuhan, semoga aku mampu merasakan dan mengenal kehendak-Mu dalam seluruh perjalanan hidupku. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini