“Iman & Teladan Bunda Maria”: Renungan, Selasa 08 September 2020

0
3267

Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria (P)

Mi. 5:2-5a; Mzm 13:2-3.6ab.6cd; Mat. 1:1-16. 18-23 

Bunda Maria memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah keselamatan. Gereja percaya bahwa dia telah dipersiapkan oleh Allah dari sejak semula untuk mengandung Putera-Nya, Sang Juru Selamat. Dia kemudian berperan menghadirkan keselamatan itu. Imannya kepada Allah, “Terjadilah kepadaku menurut perkataan-Mu,” menjadi teladan bagi kita dalam menyambut keselamatan dari Allah. Dia juga berperan membesarkan, merawat, dan menemani Yesus sejak kecil, hingga wafat di salib. Dia juga berperan dalam mendampingi para rasul dan Gereja Perdana untuk mempertahankan iman mereka. Gereja percaya bahwa Bunda Maria juga mendampingi Gereja hingga saat ini. Oleh karena itu, pantaslah Gereja memberikan penghormatan kepada Bunda Maria. Salah satu bentuk penghormatan itu adalah memestakan hari kelahirannya.

Kelahiran Santa Perawan Maria yang dipestakan Gereja hari ini menyampaikan dua pesan penting. Pertama, dengan itu Gereja merayakan imannya dan syukur kepada Allah karena telah berkenan memilih dan mempersiapkan seorang wanita dari antara umat manusia untuk mengandung Mesias, Penyelamat Dunia. Ketika Yusuf, suaminya, bermaksud menceraikan Maria secara diam-diam, Allah pun mengutus malaikat-Nya untuk meneguhkan dia agar tidak ragu mengambil Maria menjadi istrinya. Allah sungguh menunjukkan kasihnya kepada manusia ketika Dia memilih, mempersiapkan, dan menjaga Maria.

Kedua, dengan pesta itu Gereja mengundang kita untuk “memandang” Bunda Maria, menghormatinya, mendekatkan diri kepadanya, memohon doanya, dan belajar darinya. Bunda Maria adalah “tabernakel” yang diberikan Allah kepada dunia agar manusia berjumpa dengan Putra-Nya, Yesus Kristus; Per Mariam Ad Jesum (melalui Maria sampai kepada Yesus). Bunda Maria adalah rahmat Allah bagi kita. Dia menjadi teladan bagi kita. Bunda Maria adalah Bunda Gereja, para imam, dan seluruh umat beriman. Melalui Bunda Maria, kita semua percaya bahwa Allah selalu menyertai. Allah yang peduli akan nasib kita dan pergumulan kita manusia. Allah yang mengerti akan kelemahan dan kerapuhan kita. Bagi Allah tidak ada hal yang mustahil. Allah sering melakukan hal-hal yang tidak kita duga atau memberikan kejutan-kejutan yang menggembirakan. Kehadiran Bunda Maria sebagai Bunda Allah, membawa berkat bagi kita semua.

Fr. Aldo Lolong

“Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel- yang berarti: Allah menyertai kita”
 (Mat. 1:23).

Marilah berdoa:

Bunda Maria, doakanlah kami agar semakin bersyukur atas anugerah kehidupan yang dipercayakan kepada kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini