“Aku Terpanah”: Renungan, Selasa 1 September 2020

0
1774

Hari Biasa (H).

1Kor. 2:10b-16; Mzm. 145:8-9,10-11,12-13ab,13cd-14; Luk. 4:31-37. 

“Aku terpanah oleh parasmu yang cantik dan pribadimu yang baik.” Demikian perkataan seorang laki-laki kepada wanita idamannya, ketika ia mengungkapkan perasaannya. Kekaguman meliputi pengetahuan seorang laki-laki kepada wanita yang telah lama menjadi idamannya. Kagum merupakan sifat manusiawi yang dimiliki oleh manusia dan hanya oleh manusia. Orang yang mencintai permainan bola basket akan kagum melihat aksi dari James Leabron di lapangan pertandingan. Kekaguman ini terjadi atas pengetahuan yang cukup akan kemampuan dan bakat yang dimiliki oleh James Leabron.

Saudara terkasih, penginjil Lukas menunjukkan kekaguman orang-orang atas tindakan yang dilakukan Yesus. Tindakan Yesus yang mengusir setan dari orang yang berada di tempat itu, sontak membuat orang lain di tempat itu takjub dan kagum kepada-Nya. “Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar”. Kekaguman yang ditunjukkan oleh orang-orang di tempat itu merupakan kekaguman yang tidak didasarkan pengetahuan yang benar akan Yesus. Mereka hanya kagum melihat tindakan Yesus, namun mereka tidak mengetahui daya ilahi yang bekerja atas tindakan itu. Kekaguman itu tidak menghantarkan mereka pada iman yang benar akan Yesus. Orang hanya jatuh pada rasa kagum dan gagal memahami tindakan dari Yesus yang menampilkan daya ilahi-Nya sebagai Allah.

Rasul Paulus juga menunjukkan bagaimana gagal paham dan kurangnya pengetahuan menghadirkan perpecahan di antara jemaat Korintus. Perpecahan ini terjadi akibat mereka kagum atas masing-masing rasul yang telah mewartakan Kristus di sana. Dengan bangga mereka berkata aku dari golongan Paulus, aku dari golongan Kefas, dan aku dari golongan Apollos. Jemaat di Korintus dalam keadaan tidak matang gagal memahami peranan yang benar dari para rasul. Kurangnya pengetahuan membuat mereka tidak mengerti isi ajaran yang telah diwartakan oleh para rasul.

Saudara terkasih, hari ini Yesus mengingatkan kita untuk hidup dalam pengenalan dan pengetahuan yang benar akan karya Allah, yang terungkap dan terlaksana dalam diri-Nya. Sebagai pengikut Kristus, pengenalan dan pengetahuan yang benar akan Kristus harus menjadi hak ikhwal untuk mengerti seluruh karya Allah. Pengenalan yang benar akan Kristus akan membawa rasa kagum atas pekerjaan-Nya, sebab kuasa ilahi bekerja atasnya.

(Fr. Theofilus Pontoh)

“Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: Alangkah hebatnya perkataan ini!” ( Luk. 4:36).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, berikanlah aku hikmat untuk mengetahui kebesaran pekerjaan tangan-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini