“Yang Utama adalah Melakukan Kehendak Tuhan”: Renungan, Selasa 21 Juli 2020

0
2845

Hari Biasa (H)

Mi. 7: 14 -15, 18-20; Mzm. 85: 2-4, 5-6, 7-8; Mat. 12: 46-50

Keluarga sangatlah penting dalam kehidupan kita. Keluarga merupakan kekuatan luar biasa yang membantu dan selalu mendukung kita dalam hal apa pun jika itu untuk kebaikan kita. Tetapi, sesungguhnya keluarga bukan juga menjadi prioritas utama dalam pemenuhan kebahagiaan. Ada hal lain yang juga tidak kalah penting bahkan menjadi penentu bagi kita untuk dapat memperoleh  kebahagiaan. Kebahagiaan itu ditemukan dalam kehendak Bapa.

Bacaan Injil yang kita dengarkan pada hari ini mengisahkan tentang Yesus dan sanak saudara-Nya. Dalam Injil dikatakan bahwa ketika seseorang berkata: Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau. Lalu jawab Yesus, “Siapakah ibu?” Dengan jawaban yang berupa pertanyaan ini, nampak seperti Ia menyangkal saudara dan ibu-Nya sendiri. Ia juga terlihat seperti anak yang durhaka. Namun perkataan ini sebenarnya bermaksud memuji ibu Yesus.

Perkataan ini sesungguhnya dapat dilihat berkaitan dengan pernyataan Tuhan Yesus selanjutnya. “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku sebab barangsiapa melakukan kehendak Bapa-Ku di Surga, dialah saudaraku laki-laki, dialah saudaraku perempuan, dialah ibuku”. Melalui perkataan hendak dijelaskan bahwa yang menjadi prioritas utama yakni melakukan kehendak Bapa sendiri. Maria sendiri adalah orang yang mengikuti kehendak Bapa. Hal ini terbukti dalam penyerahan diri seutuhnya kepada Allah.

Apa yang dilakukan oleh Yesus semata-mata bukan untuk menomorduakan keluarga-Nya. Ia tahu apa yang menjadi tugas utama-Nya di dunia ini, yakni melakukan kehendak Bapa dengan mewartakan karya keselamatan Bapa. Dalam bacaan pertama juga dijelaskan dengan baik yakni tentang kehadiran seorang gembala yang menuntun domba-domba-Nya ke jalan yang benar. Orang-orang mengharapkan belas kasih Allah sendiri. Maka kerinduan tersebut terpenuhi lewat kehadiran Tuhan Yesus yang datang mewartakan keselamatan.

Oleh sebab itu dengan mendengarkan bacaan-bacaan hari ini, marilah kita meneladani sosok Tuhan Yesus Yakni. Pekalah melihat hal apa yang menjadi prioritas utama yang harus kita lakukan. Dengan begitu, kita akan menjadi saudara-saudari dari Tuhan Yesus sendiri serentak menjadi anak Allah.

(Fr. Wandilinus Gleko)

“ Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku”
(Mat. 12:50).

Marilah berdoa:

Bapa, buatlah diriku mampu melakukan kehendak-Mu dalam kehidupan ini. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini