“Percaya tanpa Bukti” Renungan, Jumat 3 Juli 2020

0
2922

Pesta St. Tomas, Ras (M).

Ef 2:19-22; Mzm.117:1,2; Yoh.20:24-29.

Saudara-saudari yang terkasih, Injil hari ini mengisahkan tentang peristiwa Yesus menampakkan diri kepada Tomas. Pada saat murid-murid yang lain mengatakan kepada Tomas bahwa mereka telah melihat Yesus, Tomas tidak percaya. Ia tidak percaya karena ia tidak bersama para murid saat itu. Untuk Tomas, kebenaran tersebut perlu dibuktikan. Delapan hari kemudian, kebenaran tersebut akhirnya dapat dibuktikan melalui kehadiran Yesus sendiri kepada para murid. Sesudah meyakinkan Tomas akan kebenaran yang dikatakan oleh para murid, Yesus mengatakan, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya”.

Dari pernyataan Tuhan Yesus ini dapat dilihat dua level atau dua tingkatan kepercayaan. Pertama, percaya setelah melihat dan kedua, percaya walaupun tidak melihat. Ternyata level kepercayaan walaupun tidak melihat lebih menyenangkan hati Tuhan Yesus, sebabnya Tuhan mengaruniakan kepada mereka kehidupan yang bahagia sedangkan level kepercayaan seperti Tomas kurang dikehendaki Tuhan Yesus untuk kita praktekkan.

Menjalani kehidupan sehari-hari, kita sering kali tidak percaya omongan orang lain jika tidak ada buktinya. Kebiasaan ini terkadang terbawa sampai pada level kehidupan rohani kita. Untuk meyakini apa yang kita imani, kita biasanya memerlukan bukti barulah kita percaya. Sikap ini dapat menuntun seseorang untuk tidak percaya akan kebenaran iman tentang kelahiran, kehidupan dan karya Yesus, bahkan sampai pada kebangkitan Yesus karena tidak dapat dibuktikan secara nyata.

Sering kali kita juga tidak takut untuk melakukan dosa karena kita yakin bahwa perbuatan tersebut tidak diketahui orang lain termasuk Tuhan. Kita menganggap bahwa Tuhan tidak dapat hadir secara nyata untuk menyaksikan perbuatan tersebut. Namun melalui Injil hari ini, kita sebagai umat Kristiani diajak untuk mempraktekkan level kedua yakni percaya walaupun tidak melihat. Kita harus berusaha mengembangkan iman kepercayaan kita akan Kristus. Kita tidak perlu menuntut bukti untuk percaya akan kebenaran iman kita sendiri. Sekalipun kita tidak melihat, namun jika kita tetap percaya, maka keselamatan dan hidup kekal menjadi milik kita.

(Fr. Sakbal Rhio)

“Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya” (Yoh. 20:29).

Marilah berdoa: 

Tuhan, teguhkanlah imanku terhadap Engkau, agar pada akhirnya dengan imanku ini aku dapat menikmati keselamatan dan kehidupan kekal bersama-Mu dalam Kerajaan Surga. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini