“ Janji Keselamatan “ Renungan, Sabtu 4 Juli 2020

0
1953

Hari Biasa (H)

Am. 9:11-15; Mzm. 85:9,11-12,13-14; Mat. 9:14-17

Dalam hidup ini, terkadang kita dihadapkan ke dalam dua atau lebih pilihan. Dan apa yang kita pilih harus kita cintai dan perjuangkan. Namun setiap orang pasti pernah membuat suatu keputusan yang keliru. Berbagai pengalaman dan pilihan hidup yang keliru, hendaklah menjadi pelajaran yang akan menuntun kita pada suatu pertobatan.

Pada bacaan pertama Allah telah menjanjikan keselamatan bagi Bangsa Israel. Allah ingin mengembalikan apa yang sebenarnya menjadi milik dari Bangsa Israel, yaitu pondok Daud yang sebelumnya telah hancur. Keselamatan yang datang dari Allah merupakan keselamatan yang sebenarnya. Terkadang kita harus kehilangan sesuatu terlebih dahulu, untuk bisa memperoleh sesuatu yang lebih baik. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Salah satu hal yang dapat kita lakukan yaitu percaya akan janji-Nya.

Dalam bacaan Injil dapat kita lihat bahwa salah satu sikap yang menuntun kita pada keselamatan adalah pertobatan. Bacaan ini mengisahkan suatu diskusi antara Yesus dan pengikut Yohanes serta orang farisi. Mereka memperdebatkan mengenai hal berpuasa. Yesus mau mengatakan bahwa Ia lebih besar dari hal berpuasa. Bagi orang yang percaya, puasa merupakan suatu bentuk pertobatan. Berpuasa juga mengingatkan kita akan karya keselamatan yang dilakukan oleh Kristus di kayu salib. Berpuasa sama halnya dengan kita mengenang kembali perjuangan serta pengorbanan yang telah Kristus lakukan. Berpuasa juga merupakan satu usaha untuk merenungkan makna kehidupan. Kehidupan yang dimaknai dapat menuntun kita akan kesadaran bahwa kebaikan perlu untuk dijunjung tinggi. Kesadaran ini haruslah diikuti dengan tindakan pertobatan.

Maka, berpuasa bukanlah soal tidak makan dan tidak minum, namun poin penting yang harus ditekankan ialah permenungan akan kehidupan ini. Pengalaman perlu kita dekati dengan satu sikap reflektif dan berusaha untuk melihat sikap apa saja yang perlu untuk kita hilangkan dan perlu kita ubah dalam hidup ini, sehingga hari demi hari kita berjalan ke arah yang dikehendaki Tuhan Yesus. Dengan demikian, kita bisa berjalan di jalan yang menuntun kita pada kehidupan kekal.

(Fr. Randy Tirukan)

“Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya“
( Mat. 9:17).

Marilah berdoa:

Tuhan, tuntun aku pada sikap pertobatan, sehingga aku bisa merasakan keselamatan yang datang dari pada-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini