Hari Biasa (H)
Hos. 14:2-10; Mzm. 51:3-4,8-9,12-13,14,17; Mat. 10:16-23.
Saudara terkasih, ular seringkali dilambangkan oleh manusia sebagai binatang yang cerdik. Hal ini diakibatkan oleh gerakan dan kelincahan gerakan tubuh dari binatang ini. Mereka dapat bergerak dengan cepat dan lincah walaupun dalam keadaan dan kondisi medan yang sulit. Dalam tekanan yang besar dan berat, ular dapat bergerak dengan lincah untuk melindungi dirinya. Kemudian, kita pula mengenal burung merpati. Burung merpati merupakan jenis burung yang memiliki bentuk tubuh dan warna yang indah. Selain itu, burung merpati dikenal dengan ketulusannya. Burung merpati merupakan hewan yang tidak memiliki empedu di hatinya. Oleh karena itu, manusia menggunakan burung merpati sebagai lambang ketulusan.
Saudara terkasih, Injil hari hari mengisahkan Yesus yang mengajarkan para murid-Nya untuk bersikap cerdik seperti ular dan tulus seperti burung merpati. Hal ini disampaikan oleh Yesus dalam rangka mempersiapkan para murid untuk menghadapi penganiayaan dan penolakan yang mereka akan terima sebagai pengikut-Nya. Yesus mempersiapkan para murid untuk hal terburuk yang akan mereka alami akibat dari pewartaan akan diri-Nya. “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala,…” Para murid diutus seperti makhluk yang tidak berdaya (domba) di tengah-tengah musuh (serigala). Yesus mengharapkan mereka bertindak secara cerdik ketika menghadapi tipuan musuh. Selain itu, Yesus mengharapkan para murid untuk tetap tulus menerima pengadilan dan hukuman yang diterima akibat pewartaan. Dengan mengalami penderitaan dan hukuman mereka ambil bagian dalam penderitaan Yesus sendiri.
Saudara terkasih, sebagai pengikut Kristus sikap inilah yang harus tumbuh dan berkembang dalam diri kita. Cerdik dan tulus merupakan sikap yang dikehendaki Yesus bagi para murid-Nya dalam melaksanakan pewartaan. Pertanyaannya, apakah kita masih mewartakan Kristus dalam kehidupan kita? Mewartakan Kristus merupakan panggilan seluruh umat beriman Kristiani. Dengan rahmat sakramen baptis kita mendapatkan tugas untuk mewartakan Kristus dalam kehidupan kita. Tidak sama seperti para nabi dan para rasul sebelumnya, pewartaan kita di dunia sekarang adalah pewartaan melalui tindakan dan sikap kita sehari-hari. Oleh sebab itu, Yesus mengingatkan betapa perlunya untuk bertindak cerdik dan tulus.
(Fr. Wikal Moningka)
“Sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati” (Mat. 10:16).
Marilah berdoa:
Tuhan, buatlah aku setia dalam mewartakan Sabda-Mu. Amin











