“Kesungguhan Iman”: Renungan, Sabtu 6 Juni 2020

0
2525

2 Tim. 4:1-8; Mzm. 71:8-9,14-15a,16-17,22; Mrk 12:38-44

Segi pelayanan rohani sering kali kehilangan konteks. Kehilangan ini disebabkan oleh  orang-orang yang cenderung terkesima dan hidup dalam “kesombongan rohani”. Segelintir orang mulai bergelut dan pamer akan keberimanannya. Bahkan segelintir orang tersebut sampai pada tingkat mencari kehormatan dan prestise semata.

Demikian yang ditegaskan Yesus dalam Bacaan Injil yang akan kita renungkan hari ini. Yesus mengkritik dengan tegas ahli-ahli Taurat pada zaman-Nya yang merasa diri sebagai orang saleh dan suka blusukan dengan memakai jubah tetapi tidak berdasarkan atas pelayanan yang tulus dan murni. Tak tanggung-tanggung, mereka melakukan segala upaya untuk mendapatkan kehormatan dengan menunjukkan praktek hidup doa dengan benar dan duduk di tempat-tempat terdepan. Hal ini dikecam oleh Yesus!

Yesus menolak cara hidup seperti itu. Ia pun menawarkan satu figur sederhana dan tepat. Si janda dalam Bacaan Injil hari ini menjadi figur yang mengantar kita pada sikap kesungguhan iman tetapi penuh kerendahan hati. Sikap janda juga mengisyaratkan bahwa apapun yang kita berikan, haruslah tidak tergantung dari sisi penerimaan kehormatan dan popularitas.

Maka apa yang mau Yesus ajarkan kepada kita?  Yesus mengajarkan bahwa kekurangan bukan menjadi masalah bagi Tuhan. Kekurangan dari janda melampaui kelebihan si kaya. Dengan kata lain Allah menerima kekurangan si janda pertama-tama karena janda memberikan semua yang ada padanya secara cuma-cuma. Pelayanan bukan soal mencari kehormatan dan ajang pamer iman. Pelayanan mesti memiliki sikap-sikap dasar yakni kesungguhan akan iman serta kerendahan hati

Sikap kesungguhan iman dan rendah hati ini, dalam bacaan pertama mau ditunjukkan Rasul Paulus dalam suratnya kepada Timotius. Paulus menunjukkan bahwa karya pelayanan atau tugas pewartaan dan pelayanan kita harus tuntas. Banyak dinamika dan tantangan dalam menjalankan tugas pewartaan akan tetapi jika kita tetap sabar dan bertahan, mahkota kebenaran dari Allah akan dikaruniakan kepada kita.

Semoga pengajaran yang kita terima dari Yesus hari ini, menjadikan iman kita untuk melayani tidak luntur dan kabur. Kesungguhan iman dan kerendahan hati menjadi titik pembicaraan Injil hari ini. Yesus mengajak kita untuk mempergunakan iman bukan untuk menyombongkan diri tetapi untuk kemuliaan dan kebenaran nama Tuhan.

(Fr. Dirros Pugon)

“Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya” (Mrk. 4:22)

Marilah Berdoa:

Tuhan, ubahlah aku dengan rahmat-Mu  supaya aku menjadi pribadi yang rendah hati dan menjauhi sikap yang meninggikan diri sendiri. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini