“Hukum yang Utama”: Renungan, Kamis 4 Juni 2020

0
3903

Hari Biasa (H)

2 Tim.2:8-15, Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14; Mrk. 12:28b-34

Kehidupan manusia selalu dipenuhi dengan berbagai macam pembelajaran. Apa yang dilihat atau dirasakan oleh manusia, membentuk suatu makna yang kemudian dijadikan sebagai arah atau pedoman bagi manusia dalam menjalani kehidupannya. Setelah peradaban manusia semakin maju, pedoman dari semua makna itu kemudian dikumpulkan dan dijadikan sebagai sebuah hukum untuk mengatur kehidupan manusia demi kebaikan dan keharmonisan hidup bersama.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan kembali kepada kita akan pengajaran dari Yesus tentang hukum yang paling utama. Hukum yang paling utama dalam penjelasan Injil Markus 12:28 berarti hukum yang paling penting dan bernilai. Hukum ini menjelaskan tentang hubungan antara manusia dengan sesamanya dan hubungan dengan Allah. “Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu”. Hukum yang pertama ini menegaskan kepada manusia bahwa mencintai dan mengakui Allah sebagai yang Esa adalah kodrat dari manusia sebagai balasan dari cinta Allah yang luar biasa dalam sejarah  keselamatan manusia. Mengasihi Allah merupakan ekspresi perasaan manusia untuk selalu menyerahkan diri kepada Allah, melekat pada Allah dan rindu untuk bersatu dengan Allah serta menjalin hubungan dengan-Nya.

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Perintah yang kedua ini menjelaskan kepada kita bahwa kasih kepada sesama manusia ialah sebuah kekuatan yang mendorong manusia untuk memberikan dirinya kepada sesama. ”Mengasihi sesama seperti diri sendiri”bukan berarti orang harus berbuat kepada orang lain seperti apa yang ia perbuat bagi dirinya melainkan suatu tuntutan yang lebih untuk memperlakukan sesama dengan kasih yang sama seperti halnya ia mengasihi dirinya sendiri.

Bagi Yesus, kedua hukum di atas lebih penting dari semua hukum yang lain sebab hukum ini menuntut segala sesuatu yang ada dalam diri manusia untuk berelasi dengan Allah dan juga sesamanya dengan landasan kasih. Apa yang perlu kita lakukan adalah membuka pintu hati kita agar hukum utama itu hidup dan melibatkan segenap diri kita. Dengan begitu kita dapat memperoleh kedamaian dan keharmonisan dalam hidup kita. Lebih daripada itu, kita akan memperoleh apa yang dikatakan oleh Yesus sendiri: ”Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah”.

(Fr. Ever Leftungun)

“Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini” (Mrk. 12:31)

Marilah berdoa:

Ya Allah, bimbinglah aku dengan hukum-Mu agar selalu mampu untuk mengasihi. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini