“Menjadi Gembala” Renungan, Jumat 29 Mei 2020

0
2263

Hari Biasa Pekan VII Paskah (P)

Kis 25:13-21 ; Mzm. 103:1-2,11-12,19-20ab; Yoh. 21:15-19

Panggilan menjadi seorang gembala merupakan panggilan mulia dari Tuhan. Oleh sebab itu, seorang gembala harus memahami dengan benar kemuliaan pelayanan yang dipercayakan kepadanya. Memahami kemuliaan panggilan menjadi seorang pelayan, sama sulitnya untuk mempertahankan kemuliaan panggilan itu. Oleh sebab itu, sebelum Yesus memberikan tanggungjawab penggembalaan kepada Petrus, tiga kali banyaknya Yesus bertanya kepada Petrus, “Apakah Engkau mengasihi Aku?”

Lalu bagaimana dengan diri kita ? Sudahkah kita menjadi Gembala sejati? Alasan mengapa Yesus memberikan pertanyaan tiga kali banyaknya dengan pertanyaan yang sama, tentunya mempunyai alasan yang sangat mendasar. Ada dua syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang gembala umat, yaitu; Pertama Ia harus mengasihi Kristus, karena hanya orang yang sudah benar-benar bertobatlah yang dapat mengasihi Kristus dengan segenap hatinya. Dan tanpa pertobatan ini, tak seorangpun berhak untuk menjadi gembala untuk melayani Dia yang adalah kudus. Kedua, Ia harus mengasihi kawanan domba Allah, yaitu umat gembala-Nya. Komitmen panggilan menjadi seorang gembala, tidak boleh pudar atau bahkan hilang sama sekali dari dalam diri seorang gembala. Oleh sebab itu, seorang gembala yang dapat dipercayai adalah seorang gembala yang benar-benar mengasihi umat Allah.

Pesan Yesus ini jelas, bahwa hanya yang memiliki cinta kasihlah yang pantas menjadi gembala Gereja. Menjadi gembala Gereja tidaklah seperti menjadi pemimpin duniawi, yang selalu ingin dilayani, berkuasa dan mencari keuntungan atau kesenangan pribadi. Seorang pemimpin umat Allah, haruslah melayani seperti Yesus Kristus.

Hati Petrus menjadi sedih karena Yesus bertanya untuk ketiga kalinya “Apakah engkau mengasihi aku?” Dan ia pun berkata kepada Yesus; “Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Maka kata Yesus kepadanya; “Gembalakanlah domba-domba-Ku”. Jika kita mengasihi Yesus, maka kita akan menjadi gembala bagi domba-domba-Nya. Kita perlu memberikan makanan rohani kepada umat Allah. Dan yang diperlukan manusia bukanlah hanya makanan atau roti saja, tetapi juga sabda Allah. Petrus menyatakan kasihnya kepada Yesus dengan mewartakan bahwa Yesus adalah Juru Selamat sejak ia menerima pencurahan Roh Kudus. Hal inilah yang perlu kita lakukan juga, memperkenalkan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat untuk semua manusia.

(Fr. Tonny Kuntag)

“Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau” (Yoh : 21:17)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, Engkau telah mencintai dan menguduskan aku. Semoga aku mengasihi Engkau tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatanku, Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini