“Kekuatan Doa” Renungan, Rabu 27 Mei 2020

0
3967

Hari Biasa Pekan VII Paskah (P)

Kis. 20:28-38; Mzm 68:29-30, 33-35a, 35b-36c; Yoh. 17:11b-19

Seringkali banyak orang bersaksi bahwa ketika mereka berdoa maka doa mereka akan dikabulkan oleh Tuhan. Namun,  sebaliknya ada pula orang yang berkata bahwa doa-doanya tidak pernah dikabulkan oleh Tuhan. Selama siang-malam ia berdoa namun seperti tidak ada hasilnya. Bahkan sempat muncul keraguan di dalam hatinya, “Apakah Tuhan benar-benar ada?”

Dalam bacaan pertama, Paulus menasihati murid-muridnya untuk senantiasa ‘berjaga-jaga’ akan datangnya serigala-serigala yang akan masuk di tengah-tengah mereka. Bahkan godaan tersebut tidak hanya datang dari luar akan tetapi Paulus menegaskan bahwa dari antara mereka pun akan muncul beberapa orang yang juga demikian dengan ajaran-ajaran palsu mereka. Sedemikian sulitnya menghadapi godaan tersebut sehingga Paulus dengan begitu tegas menekankan tentang pentingnya berjaga-jaga.

Dalam injil Yohanes, Yesus senantiasa mendoakan murid-murid-Nya agar jangan mudah jatuh ke dalam godaan-godaan dari ‘yang jahat’. Tak hanya menjadi sebuah doa, hal itu pun dapat menjadi nasihat kepada murid-murid-Nya untuk tidak mudah jatuh ke dalam dosa. Penting untuk disadari bahwa ketika menjadi murid Kristus, murid-murid akan mendapatkan begitu banyak godaan.

Sama seperti para rasul, kita pun menyadari bahwa mengambil bagian sebagai murid-murid Tuhan kita tidak luput dari godaan. Godaan-godaan dari ‘yang jahat’ tentu akan selalu menghampiri kita bahkan lebih parah lagi ketika keadaan batin kita sedang goyah.

Bacaan hari ini senantiasa memberi pesan kepada kita akan dua hal yang penting yakni tidak lupa untuk senantiasa berjaga-jaga dan tidak henti-hentinya mendekatkan diri kepada Tuhan. Kita sering jatuh ke dalam kekeliruan bahwa berdoa senantiasa hanya dilakukan ketika kita dalam keadaan terpuruk saja. Berdoa tidak hanya berarti demikian, karena doa dapat juga dalam beberapa bentuk lainnya seperti: doa ungkapan syukur, atau doa untuk orang lain seperti untuk keluarga atau teman-teman kita.

Dengan berdoa kita selalu menjadi dekat dengan Tuhan dan dengan berdoa kita senantiasa berjaga-jaga melawan godaan iblis yang selalu berusaha memisahkan kita dari Tuhan.

(Fr. Valentino A. Wullur)

…Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap seabgai domba-domba sembelihan.” Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Rm 8:36-37)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan aku mohon senantiasa pakailah Aku menjadi pelayan-Mu agar Aku senantiasa dekat dengan-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini