“Hidupi Panggilan Masing-Masing” Renungan, Kamis 28 Mei 2020

0
2037

Hari Biasa Pekan VII Paskah (P)

Kis. 22:30; 23:6-11; Mzm. 16:1-a,5,78,9-10,11; Yoh. 17:20-26.

Injil hari ini mengisahkan tentang sosok Yesus yang mendoakan para murid-Nya. Dalam doa Yesus mengharapkan ada kesatuan, sebagaimana Yesus dan Bapa adalah satu. Lagi kata-Nya; supaya dimana pun Dia berada, disitu juga ada para murid-Nya. Lebih dari itu, Yesus mengharapkan supaya kasih yang Allah berikan kepada-Nya ada juga dalam mereka dan Dia di dalam mereka.

Doa Yesus ini hendak menggambarkan sosok Tuhan yang mencintai, mengasihi, dan peduli akan para murid-Nya. Para murid layak  mendapatkan hal itu, karena sebagai seorang rasul yang siap mengikuti dan mendengar pengajaran dari Yesus, kemudian mereka melaksanakan sembari mewartakannya bagi banyak orang.

Seperti para rasul, kita pula memiliki panggilan masing-masing, entah itu panggilan menjadi imam, biarawan-biarawati, sebagi bapa keluarga, sebagai ibu rumah tangga, sebagai anak, dan masih banyak lagi. Kita semua lewat bacaan Injil hari ini diajak untuk menghidupi panggilan kita masing-masing.

Seorang imam pernah berkata: “Semua orang harus berlaku sesuai dengan panggilan masing-masing. Sebagai bapa, harus berlaku sebagai seorang bapa, bukan sebagai seorang pastor yang tidak memiliki istri. Begitu pula sebagai seorang ibu, harus berlaku sebagai seorang ibu, bukan sebagai suster yang tidak memiliki anak, dan seterusnya.

Jika kita berlaku sebagaimana panggilan masing-masing, kita akan dipakai oleh Tuhan terus menerus, dan takkan pernah lepas dari naungan Tuhan. Hal ini nyata dalam diri Rasul Paulus yang dengan berani menjalankan panggilannya, menjadi saksi di Yerusalem. Oleh karena ketaatan dan keberaniannya itu, Tuhan mempercayakan dia untuk bersaksi pula di Roma.

Lalu pertanyaannya, apakah kita sudah berlaku sebagaimana panggilan kita masing-masing? Apakah kita sudah menjalankan panggilan kita dengan benar?

Apabila tidak demikian, konsekuensinya ada. Oleh sebab itu, dalam masa Paskah ini kita diajak untuk membaharui diri dan berlaku sesuai dengan panggilan kita masing-masing. Apabila hal itu terjadi, maka kita akan mendapatkan doa dari Tuhan untuk bersatu dengan-Nya, dimana Tuhan berada kita juga ada bersama-Nya, dan juga mendapat kasih yang sama seperti kasih yang Ia dapatkan dari Bapa.

Akhirnya kita akan dengan berani dan bangga mengatakan seperti pemazmur hari ini, yang berkata: ”Aku berkata kepada Tuhan: Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!”.

(Fr. Domy Samponu)

“Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan: Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!”. (Mzm. 16:1-2)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, sadarkanlah kami akan panggilan kami masing-masing. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini