“Bunda Penyemangat”: Renungan, Senin 1 Juni 2020

0
2079

Pw SP Bunda Gereja (P)

Kej 3:9-15, 20 atau Kis 1:12-14; Mzm 87:12,3,5,6-7; Yoh. 19:25-34

“Surga di telapak kaki ibu”. Suatu ungkapan yang familiar bagi kita. Ungkapan memiliki pesan yang luar biasa yakni betapa mulianya peran seorang ibu dalam kehidupan setiap manusia. Setiap orang memiliki ibu yang terlibat dalam sejarah hidup anaknya. Sedari kandungan, ibu telah memainkan peran dalam mengandung dan melahirkan anaknya. Segala sesuatu yang baik diusahakan oleh ibu. Dalam Injil kita melihat seorang ibu yang luar biasa berperan dalam kehidupan anaknya. Ibu itu adalah Bunda Maria.

Hari ini kita memperingati Bunda Maria. Peringatan ini mengingatkan kita akan betapa besarnya peran Bunda Maria dalam sejarah penyelamatan umat manusia. Bunda Maria telah memberi teladan bagi umat beriman. Keikutsertaannya dalam sejarah penyelamatan membuat Maria menanggung segala perkara dan peristiwa yang sungguh menyakitkan hatinya. Puncak dari penderitaannya yaitu ketika ia melihat kematian puteranya Yesus Kristus di salib.

Penderitaan hidup dari Maria dapat kita bandingkan dengan kesengsaraan hidup kita masing-masing. Sering kali kita berjumpa dengan masalah-masalah hidup yang sangat berat. Seringkali kita merasa Tuhan diam dalam keheningan dan mengacuhkan penderitaan kita. Kita harus menyadari bahwa sebagai umat beriman kristiani kita mesti memikul salib. Seperti Bunda Maria, kita semua memanggul salib bersama Yesus. Seperti Bunda Maria kita hendaknya selalu tabah dan berjuang dalam perjalanan hidup ini. Walaupun ada begitu banyak batu dan kerikil tajam di sepanjang jalan.

Dalam Injil, Tuhan Yesus memberikan Bunda Maria kepada muridnya, dan mereka saling menerima satu dengan yang lain. Tindakan ini mengakhiri kesedihan Bunda Maria. Hal ini berarti di ujung penderitaan setiap orang Tuhan pasti telah menyediakan hadiah kekal untuk mereka yang bertahan dari segala kesukaran hidup dengan tetap berpegang teguh dalam imannya akan Allah. Seperti Bunda Maria, walaupun sering berjumpa dengan kesedihan dalam hidup, ketaatannya terhadap kehendak Allah tetap tak tergoyahkan. Semoga kita semua dalam kehidupan sehari-hari, selalu meneladani Bunda Maria yang menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.

(Fr. Delviano Kapele)

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” (Yoh. 19:26)

Marilah berdoa :

Ya Bapa, buatlah supaya aku selalu mendekatkan diri kepada Yesus dengan meneladani Bunda Maria dalam sepanjang perjalanan dan kesulitan hidupku, Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini