“Mintalah dan Carilah”: Renungan, Kamis 5 Maret 2020

0
4927

Hari biasa Pekan I Prapaskah (U)

Est. 4:10a,10c-12,17-19; Mzm. 138:12a, 2bc-3, 7c, 8; Mat. 7:7-12

Ada seorang anak muda yang sangat rajin datang ke gereja. Ia selalu berdoa kepada Tuhan  supaya diberikan harta yang melimpah. Namun permohonannya tak kunjung dikabulkan oleh Tuhan. Olah karena itu ia mulai putus asa dan mulai berhenti untuk berdoa dan meminta kepada Tuhan. Ia merasa bahwa Tuhan tak akan mengabulkan permohonan-permohonannya.

Hal semacam ini senantiasa dijumpai oleh umat beriman di zaman milenial. Banyak orang lebih suka akan hal-hal instan dibandingkan hal-hal yang membutuhkan proses. Manusia cenderung mau yang cepat dan tidak mau berkorban lebih banyak.

Saudara-saudara yang terkasih, pengalaman di atas seakan mau menggambarkan realitas kita pada masa ini, yang cenderung ingin sesuatu yang langsung dan cepat tanpa harus menunggu lama dan membuang waktu. Sangat disayangkan karena kita terkadang kurang memperhatikan apa yang diinginkan oleh kehendak Tuhan. Oleh karena itu kita hanya menafsirkan apa yang Tuhan katakan secara harafiah.

Bacaan Injil hari ini mengatakan, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapatkan”. Bacaan Injil mau mengingatkan kepada kita bahwa berdoa saja tidaklah cukup. Kita harus berusaha untuk mencari agar kita bisa memperoleh apa yang kita minta. Walaupun begitu ditekankan bahwa apa yang kita minta tidak serta-merta langsung dikabulkan oleh Tuhan. Kesabaran adalah kuncinya. Orang harus bersabar dan setia berdoa kepada Tuhan sampai doa tersebut dikabulkan oleh Tuhan. Semakin besar kesabaran, maka semakin indah pula imannya.

Kesediaan untuk menunggu dan mempersiapkan diri untuk kedatangan-Nya diindahkan Tuhan. Kita harus percaya bahwa Tuhan akan mengabulkan doa kita. Kesungguhan hati menjadi poin penting dalam doa. Sebab Tuhan mengatakan, “Setiap orang yang meminta menerima dan setiap orang yang mencari, mendapatkan.”

Jeritan dari orang lemah akan didengarkan oleh Tuhan. Maka kita sepatutnya berdoa terus-menerus kepada Tuhan. Sebab Ia akan mendengarkan dan mengabulkan permohonan kita. Ia akan mengabulkan permohonan kita sesuai dengan kebutuhan kita. Karena Tuhan tidak pernah ingkar janji kepada kita sebagai umat-Nya. Kesetiaan untuk senantiasa menunggu Allah adalah kunci. Sudah setiakah kita selama ini?

(Fr. Oswaldus Mbawo)

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapatkan” (Mat. 7.7).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami untuk berusaha mencari daripada hanya duduk dan menanti sesuatu dari-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini