Hari Biasa (H)
1Raj. 8:22-23;27-3 Mzm. 84:3,4,5,10,11; Mrk. 7:1-13
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, bacaan-bacaan hari ini dengan tegas mau mengatakan tentang pentingnya kehidupan rohani dan duniawi yang seimbang.
Dalam bacaan pertama kita mendengar tentang kuasa doa yang ditunjukkan oleh Salomo yang berdiri di depan Mezbah sambil mengucap doa syukur kepada Tuhan karena masih menjaga perjanjian-Nya dengan bangsa Israel. Dengan doa dapat kita lihat bahwa manusia memangkas jarak dengan Allah yang tak kelihatan.
Injil hari ini mau mengatakan kepada kita untuk senantiasa menjalankan perintah Allah dan mengamalkannya dalam hidup sehingga firman Tuhan senantiasa bertumbuh dan berakar dengan kuat dalam diri kita. Yesus mau mengatakan bahwa kita harus mengutamakan yang surgawi terlebih dahulu sebab yang surgawi menawarkan keselamatan kekal dalam diri kita, merupakan keselamatan yang berlaku untuk semua orang dan bagi siapa saja yang mau mengamalkannya.
Namun hal ini ditentang oleh orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka menentang ajaran Kristus demi untuk mempertahankan tradisi mereka. Tentu saja hal ini berhubungan dengan kepentingan pribadi masing-masing. Ego yang kuat dari kaum Farisi dan ahli Taurat membuat mereka berani menentang perintah Allah. Perintah yang menyelamatkan mereka abaikan dan lebih mengutamakan ketamakan hati mereka sehingga menutup hati mereka terhadap firman keselamatan.
Jika dikaitkan dalam kehidupan kita saat ini, orang-orang Farisi dan ahli Taurat menggambarkan diri kita saat ini. Kita lebih mengutamakan yang duniawi daripada yang surgawi. Kita saat ini adalah orang-orang Farisi yang hidup di tengah-tengah dunia dimana kita lebih mendewakan hal-hal duniawi yang dapat memberikan kepuasan sesaat dan kenikmatan.
Semoga lewat permenungan ini kita diajak untuk dapat mengamalkan ajaran Tuhan dalam hati kita dan melaksanakannya untuk keselamatan kita bersama. Utamakan yang rohani tanpa melupakan yang duniawi. Berdoalah dengan sungguh, tapi jangan lupa juga untuk bekerja keras. Berupayalah sekuat tenaga, tapi jangan lupa pula berdoa dengan rajin. Turutilah perintah Tuhan dan jangan lupa dengan sesama. Hiduplah dengan seimbang.
(Fr. Wensislaus Nowinrian)
“Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri” (Mrk. 7:9).
Marilah berdoa:
Allah yang mahakuasa, berkatilah kami semua dalam usaha kami untuk mencari kebenaran dan hidup dengan seimbang. Amin











