“Menjalin Relasi dengan Allah”: Renungan, Sabtu 8 Februari 2020

0
4393

Hari Biasa (H)

BcE 1Raj. 3:4-13; Mzm. 119:9, 10, 12, 13, 14; Mrk. 6:30-34.

Setiap kita pasti memiliki kesibukannya tersendiri. Ada yang sibuk bekerja dari pagi sampai malam. Bahkan ada orang yang berusaha menyibukkan dirinya dengan segala kegiatan atau aktifitas yang dibuatnya. Di tengah segala kesibukan yang kita alami, entah kesibukan pribadi maupun dengan orang lain, kita terkadang lupa untuk menjalin relasi dengan Tuhan.

Menjalin relasi dengan Tuhan untuk mengucap syukur atas segala penyertaan-Nya yang masih Ia berikan dalam setiap derap langkah hidup. Kita lupa bahwa di balik semua yang kita lakukan ada campur tangan Tuhan yang menggerakkan kita sehingga kita mampu melakukan segala sesuatu, bukan karena semata-mata kehebatan yang kita miliki.

Kisah Salomo sebagai Raja muda bangsa Israel, mau mengingatkan kita bahwa kita sebagai manusia yang penuh dengan segala keterbatasan dan kerapuhan mesti rendah hati meminta bantuan kepada Tuhan atas apa yang hendak kita lakukan.  Ketika menggantikan ayahnya menjadi raja, Salomo masih tetap meminta bantuan dari Tuhan untuk memberikan hati yang penuh hikmat dan pengertian untuk memimpin bangsanya.  Semua itu dilakukannya karena ia sadar bahwa ia hanya seorang yang lemah dan tidak dapat berbuat apa-apa tanpa campur tangan dari Tuhan.

Injil hari ini menegaskan bahwa Yesus mengajak para rasul untuk pergi ke tempat yang sunyi dan beristirahat di sana. Berisitirahat dalam artian menenangkan diri dalam kesunyian dan merefleksikan pelayanan yang telah dibuat dan sekaligus memohon kekuatan dari Tuhan. Di tengah segala kesibukan untuk melakukan pengajaran, toh Yesus mengingatkan murid-murid-Nya untuk berdiam diri dan mengucap syukur atas segala sesuatu yang dilakukan.

Maka lewat bacaan-bacaan hari ini, kita semua diajak untuk lebih mendekatkan diri, menjalin relasi dengan Tuhan. Menjalin relasi dalam artian, meminta tuntunan, kekuatan dan penyertaan atas segala aktifitas yang kita lakukan. Kita dapat melakukan segala sesuatu bukan karena kehebatan kita, tetapi campur tangan dan tuntunan dari Tuhan. Karena tanpa Tuhan kita hanyalah manusia yang lemah, yang tidak bisa berbuat apa-apa. Oleh sebab itu mintalah kekuatan dari pada-Nya karena dengan kuasa-Nya kita dapat melakukan segala sesuatu. Rahmat Tuhan beserta kita.

(Fr. Longgee Rumangun)

“Sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa” (1 Tim. 4:6).

Marilah berdoa:

Tuhan, tuntunlah aku dalam setiap aktifitas keseharianku agar apa yang dilakukan dapat berkenan di hadapan orang lain dan terutama dihadapan-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini