“Kunci Keselamatan”: Renungan, Minggu 1 Maret 2020

0
2300

Hari Minggu Prapaskah I ( U)

Kej. 2:7-9;3:1-7; Mzm. 51:3-4,5-6a,12-13,14,17;Rm. 5:12-19; Mat. 4:1-11

 Godaan adalah salah satu ciri khas jahat untuk mengarahkan kita manusia supaya terjerumus ke dalam dosa. Menghadapi berbagai macam godaan hidup terlebih dengan tawaran-tawaran duniawi sekarang ini, ada begitu banyak orang yang menanggapi  dengan  biasa-biasa saja. Namun ada juga yang tidak mampu mengendalikan diri terhadap tawaran-tawaran dunia yang dalam hitungan menit telah menampilkan berbagai macam kemajuan.

Apalagi di tengah situasi hidup yang semakin berkembang pesat dengan berbagai macam alat komunikasi. Media sosial yang  tiada hentinya menampilkan begitu banyak ide manusia yang menghasilkan beragam kreativitas dan hasil karya yang   mengajak orang untuk berlomba-lomba  agar dapat menghasilkan uang.

Dunia sekarang ini menawarkan berbagai bentuk kenikmatan dunia. Bahkan tawaran itu dinikmati oleh berbagai kalangan, baik anak-anak yang masih kecil tetapi juga orang tua bahkan yang sudah lanjut usia. Tentu tawaran-tawaran itu sangat menggiurkan sehingga banyak orang yang terbawa arus dalam perkembangan zaman, bahkan hampir tidak bisa menolak tawaran-tawaran itu. Apalagi jika hal itu dapat menghasilkan uang dengan mudah, cepat dan banyak.

Hari ini Yesus  menampilkan sosok pribadi kemanusiaannya yang berbeda. Yesus mau memberikan suatu teladan hidup yang baik dan benar  kepada banyak orang teristimewa  kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya dan mau mendengarkan-Nya. Hal itu dikisahkan  dalam bacaan Injil hari ini.

Yesus setelah berpuasa 40 hari lamanya  di padang gurun  harus menghadapi  berbagai macam godaan dan tawaran iblis  yang sangat menggiurkan, kemegahan dunia yang sungguh-sungguh menggoda untuk dimiliki. Bahkan Yesus ditawarkan kekuasaan di dunia jika ia mau menyembah iblis itu. Meskipun begitu, Yesus tidak sedikitpun menerima tawaran-tawaran itu demi mencapai tujuan utama-Nya dan karena belas kasih-Nya kepada manusia.

Teladan hidup Yesus ini hendaknya menjadi  pedoman hidup kita sebagai pengikut Kristus, terlebih di masa prapaskah, masa pertobatan ini.  Jika sungguh-sungguh bertobat, maka  kita akan  memiliki daya dan semangat hidup yang baru, bahkan kita akan menerima banyak rahmat dari Tuhan terutama  kebahagiaan dan keselamatan. Kapan kita akan menerima rahmat dari Tuhan jika kita tidak bertobat?

(Fr. Chris Mokili)

“Maka berkatalah Yesus, enyahlah iblis ! sebab ada tertulis Engkau harus menyembah Tuhan Allah-Mu dan hanya kepada Dia sajalah Engkau berbakti!” (Mat. 4:10)

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus, semoga hatiku selalu berkobar-kobar menghidupi semangat pertobatan yang sejati. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini