Hari Minggu Prapaskah I ( U)
Kej. 2:7-9;3:1-7; Mzm. 51:3-4,5-6a,12-13,14,17;Rm. 5:12-19; Mat. 4:1-11
Godaan adalah salah satu ciri khas jahat untuk mengarahkan kita manusia supaya terjerumus ke dalam dosa. Menghadapi berbagai macam godaan hidup terlebih dengan tawaran-tawaran duniawi sekarang ini, ada begitu banyak orang yang menanggapi dengan biasa-biasa saja. Namun ada juga yang tidak mampu mengendalikan diri terhadap tawaran-tawaran dunia yang dalam hitungan menit telah menampilkan berbagai macam kemajuan.
Apalagi di tengah situasi hidup yang semakin berkembang pesat dengan berbagai macam alat komunikasi. Media sosial yang tiada hentinya menampilkan begitu banyak ide manusia yang menghasilkan beragam kreativitas dan hasil karya yang mengajak orang untuk berlomba-lomba agar dapat menghasilkan uang.
Dunia sekarang ini menawarkan berbagai bentuk kenikmatan dunia. Bahkan tawaran itu dinikmati oleh berbagai kalangan, baik anak-anak yang masih kecil tetapi juga orang tua bahkan yang sudah lanjut usia. Tentu tawaran-tawaran itu sangat menggiurkan sehingga banyak orang yang terbawa arus dalam perkembangan zaman, bahkan hampir tidak bisa menolak tawaran-tawaran itu. Apalagi jika hal itu dapat menghasilkan uang dengan mudah, cepat dan banyak.
Hari ini Yesus menampilkan sosok pribadi kemanusiaannya yang berbeda. Yesus mau memberikan suatu teladan hidup yang baik dan benar kepada banyak orang teristimewa kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya dan mau mendengarkan-Nya. Hal itu dikisahkan dalam bacaan Injil hari ini.
Yesus setelah berpuasa 40 hari lamanya di padang gurun harus menghadapi berbagai macam godaan dan tawaran iblis yang sangat menggiurkan, kemegahan dunia yang sungguh-sungguh menggoda untuk dimiliki. Bahkan Yesus ditawarkan kekuasaan di dunia jika ia mau menyembah iblis itu. Meskipun begitu, Yesus tidak sedikitpun menerima tawaran-tawaran itu demi mencapai tujuan utama-Nya dan karena belas kasih-Nya kepada manusia.
Teladan hidup Yesus ini hendaknya menjadi pedoman hidup kita sebagai pengikut Kristus, terlebih di masa prapaskah, masa pertobatan ini. Jika sungguh-sungguh bertobat, maka kita akan memiliki daya dan semangat hidup yang baru, bahkan kita akan menerima banyak rahmat dari Tuhan terutama kebahagiaan dan keselamatan. Kapan kita akan menerima rahmat dari Tuhan jika kita tidak bertobat?
(Fr. Chris Mokili)
“Maka berkatalah Yesus, enyahlah iblis ! sebab ada tertulis Engkau harus menyembah Tuhan Allah-Mu dan hanya kepada Dia sajalah Engkau berbakti!” (Mat. 4:10)
Marilah berdoa:
Tuhan Yesus, semoga hatiku selalu berkobar-kobar menghidupi semangat pertobatan yang sejati. Amin











