“Kuasa Tuhan”: Renungan, Senin 3 Februari 2020

0
3071

Hari biasa (H)

2Sam. 15:13-14,30; 16:5-13a; Mzm. 3:2-2,4-5,6-7; Mrk. 5:1-20.

Rasa takut akan setan atau roh jahat telah begitu menguasai pemuda tersebut. Hal ini membuat ia harus mengalami kejadian yang tidak mengenakan itu. Bagaimana kalau kita yang ditempatkan di posisi pemuda itu? Apakah kita juga akan melakukan hal yang sama?

Mungkin di antara kita ada yang pernah mengalami ketakutan seperti itu atau paling tidak pernah mendengar cerita seperti itu. Pertanyaannya adalah mengapa kita sebagai anak-anak Tuhan masih saja ditakuti oleh setan atau roh jahat? Bukankah kita semua adalah anak-anak Tuhan yang senantiasa dijaga oleh-Nya? Atau apakah mungkin karena kita tidak yakin akan kuasa Tuhan yang dapat menolong kita? Lalu jika kita sendiri belum sungguh-sungguh percaya, bagaimana mungkin kita dapat mempersaksikan kepada orang lain kuasa Tuhan Yesus?

Iblis tak letih-letihnya merayu manusia untuk berbuat jahat, hingga jatuh ke dalam kekelaman dosa. Dan ia memiliki variasi cara untuk memenangkan hati manusia, umumnya melalui hal-hal yang nikmat dan menyenangkan. Manusia seringkali tak mampu mengatakan “tidak” pada setiap rayuan iblis yang menyenangkan.

Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, setelah dirayu oleh iblis yang licik. Iblis juga menggerakkan Daud untuk melakukan dosa dan menghina Allah dengan tindakannya membunuh Uria demi mendapatkan Betsyeba. Iblis jugalah yang menguasai pemuda di daerah Gerasa dalam kisah Injil hari ini.

Kuasa iblis bukannya merupakan kuasa yang tak terkalahkan. Ia tak selalu mampu memenangkan hati manusia seandainya manusia bersekutu dengan Tuhan. Hanya dengan kekuatan Tuhanlah, manusia mampu mengalahkan kuasa dan setiap godaan si jahat.

Itu sebabnya, iblis dalam diri pemuda di daerah Gerasa berteriak ketakutan di hadapan Yesus. Dalam kisah Injil hari ini. Kita menemukan kebenaran bahwa tak ada kuasa kegelapan, dosa dan kejahatan yang tak dapat dikalahkan jika kita mengandalkan Tuhan dalam hidup. Oleh karena itu, jangan lupa libatkan Tuhan dalam perjalanan kehidupan kita.

(Fr. Amatus Simon Petrus Letsoin)

“Apa urusanMu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah jangna siksa Aku!” (Mrk. 5:7).

Marilah Berdoa:

Ya Bapa, lindungilah aku dari segala tipu daya setan yang selalu siap menggodaku. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini