“Kesetiaan dalam Pelayanan”: Renungan, Kamis 6 Februari 2020

0
5572

Pw S. Paulus Miki, Im.Dkk.Mrt.

1 Raj. 2:1-4,10-12; Mrk. 6:7-13

Menjadi utusan adalah bagian terpenting dalam mengikut Yesus. Menjadi utusan bukanlah soal yang mudah. Kita membawa satu tanggung jawab besar dari orang yang mengutus kita. Namun, sering kita mengeluh dan bahkan sampai menyerah ketika melaksanakan tugas tersebut.

Bacaan Injil hari ini memperlihatkan kepada kita, bagaimana tanggung jawab yang besar diberikan Yesus kepada para murid-Nya. Mereka diberi kuasa atas roh-roh jahat dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan. Bekal, uang dan roti pun tidak boleh mereka bawa.

Dapat dibayangkan dalam dunia saat ini. Dunia yang semakin maju. Jika pesan Yesus itu diterapkan dalam dunia zaman ini, akan ada banyak orang yang mungkin saja menyerah dalam perjalanan. Bahkan mungkin, menyerah sebelum memulai perjalanan. Dengan kata lain, menolak tugas perutusan yang diberikan.

Bacaan hari ini ingin menunjukkan kepada kita suatu pesan mendalam. Yesus ingin menunjukkan bahwa dunia yang kita hadapi saat ini penuh dengan tantangan dan cobaan. Yesus ingin mengajarkan kepada kita untuk tidak kuatir dan takut akan cobaan dan tantangan itu. Jangan kuatir dengan apa yang akan kamu makan, akan apa yang akan kamu minum, akan uang yang kamu butuhkan, karna semua itu sudah diatur oleh-Nya. Kita pun diajak untuk menjadi pelayan yang setia dan berani mewartakan iman yang kita miliki.

Bacaan pertama memberikan teladan kepada kita untuk selalu menguatkan hati dan berpegang serta percaya kepada Allah. Seperti St. Paulus Miki yang kita peringati hari ini, memberikan pengajaran iman kepada kita untuk selalu bersyukur dan taat kepada Allah. Ia tidak takut meskipun harus mati membela imannya. Ia setia sampai mati kepada Allah.

Kita diajak untuk menjadi pelayan yang setia, berani, dan bertanggung jawab. Dalam setiap tantangan, cobaan dan masalah yang kita hadapi, selalu sertakan Tuhan di dalamnya. Agar setiap masalah yang kita hadapi, mampu kita jalani dengan rasa syukur dan membuat kita lebih dekat dan percaya kepada-Nya.

(Fr. Andi Bambi)

          “Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju” (1 Raj. 2:3).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, jadikanlah kami pelayan-Mu yang berani dan setia untuk mewartakan kerajaan-Mu di muka bumi. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini