“Iman dan Doa”: Renungan, Senin 24 Februari 2020

0
3925

Hari Biasa (H)

Yak. 3:13-18; Mzm. 19:8,9,10,15; Mrk. 9:14-29

“Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Saudara terkasih, Injil hari ini berkisah tentang Yesus yang mengusir roh jahat dari seorang anak yang bisu. Dikisahkan bahwa sebelum Yesus mengusir roh jahat itu, para muridnya sudah terlebih dahulu berusaha untuk menyembuhkan anak itu tetapi tidak dapat. Sebelum mengusir roh jahat itu, Yesus terlebih dahulu mengatakan kepada semua orang yang ada disitu: “Hai kamu, angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? (Mrk. 9:19). Perkataan  Yesus ini sesungguhnya mau mengajarkan para murid-Nya dan semua orang di situ serta kita semua umat-Nya untuk percaya dengan sepenuh hati kepada-Nya.

Setelah itu, Yesus bertanya kepada ayah dari anak itu sudah sejak kapan anaknya mengalami hal tersebut. Ayah anak itu pun memberitahukan bahwa anaknya sudah mengalami hal itu sejak masa kecilnya. Lalu ayah anak itu pun meminta kepada Yesus untuk menyembuhkan anaknya dengan berkata: “Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”Yesus pun menjawab:“Katamu jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Mrk. 9:22-23). Kemudian, Yesus mengusir roh jahat tersebut. Sikap ayah dari anak yang kerasukan roh jahat tersebut sebenarnya adalah juga merupakan sikap dari kita yang sering kali kurang percaya kepada Yesus. Oleh karena itu, jawaban Yesus kepada ayah anak itu sebetulnya juga tertuju kepada kita semua umat yang beriman kepada-Nya.

Ketika Yesus sampai di rumah bersama dengan para murid-Nya, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh jahat itu?” Jawab-Nya: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.” Sebetulnya hal ini mau mengatakan kepada kita semua bahwa tidak cukup hanya dengan percaya saja tetapi harus pula disertai dengan doa.

Saudara terkasih, jelaslah sikap semua orang yang dikisahkan dalam injil hari ini adalah juga merupakan sikap kita yang sebetulnya sering kali masih belum percaya dengan sepenuh-penuhnya kepada Yesus. Untuk itu kita harus benar-benar percaya pada-Nya. Namun, sikap percaya itu harus dibarengi dengan hidup doa. Jika demikian, maka segala macam tantangan, rintangan dan segala godaan yang melanda hidup kita dapat diatasi. Sebab dengan percaya tulus pada-Nya maka doa dapat menjadi sumber kekuatan untuk mengatasi itu semua.

(Fr. Gabriel Junior Ell)

“Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Mrk. 9:23)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, buatlah kami untuk selalu percaya kepada-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini