“Perpanjangan Tangan Allah”: Renungan, Jumat 24 Januari 2020

0
4305

Pw. St. Fransiskus De Sales, UskPujG (P)

1 Sam 24:3-21; Mzm. 57:2,3-4,  6, 11; Markus 3:13-19

Dalam kehidupan ini ada banyak ragam cara menanggapi panggilan Tuhan. Panggilan itu tampak nyata dalam profesi seseorang. Ada yang berprofesi sebagai Guru, Polisi, Dokter dan ragam profesi lainnya. Profesi sedemikian membuat orang mampu bertindak dan melayani sesamanya. Namun yang menjadi permenungan yakni, Apa arti dari panggilan itu?

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang dua belas orang yang mendapat panggilan dari Tuhan. Yesus memanggil kedua belas orang sebagai murid-Nya untuk tugas yang sangat mulia. Panggilan kedua belas murid ini mendapat pemenuhan dalam tugas perutusan mereka.

Berbeda dengan bacaan pertama, di mana dikisahkan tentang kebaikan Daud dengan membiarkan Raja Saul hidup. Saul dalam misinya ingin mencari dan membunuh Daud namun Allah memberi jalan bagi Daud untuk alasan tertentu, yakni memberi peringatan kepada Saul. Ketika Daud mendapat kesempatan untuk membunuh Saul namun ia memilih untuk tidak membunuhnya. Ia merasa berdosa untuk membunuh orang yang dipilih dan diurapi Allah.

Kedua kisah ini memberi gambaran bagi kita manusia sekarang. Kecenderungan orang dengan status yang lebih tinggi daripada yang lain, membuat mereka ingin menindas kaum lemah. Terkadang dengan  status itu pula, orang merasa sangat sempurna dan enggan untuk menolong orang lain yang sangat membutuhkan pertolongan. Kisah Daud memperlihatkan sifat angkuh manusia yang kerap iri akan orang lain seperti pribadi Saul yang iri dengan Daud.

Yesus sendiri tampil di dunia dengan tugas yang sangat mulia yakni memberitakan kerajaan Allah. Panggilan Yesus kepada kita agar dengan status yang dimiliki itu kita mendapat panggilan Tuhan untuk saling menolong. Oleh sebab itu hendaklah dalam kehidupan ini kita harus menjadi orang yang sabar seperti Daud ketika dilanda ancaman dari sang raja untuk membunuhnya. Ketika kita mendapat panggilan dari Allah, Allah sendiri memberi perlindungan bagi kita untuk menjadi perpanjangan tangan-Nya dalam tindakan dan karya kita untuk menolong sesama. Marilah kita juga meneladani Santo Fransiskus De Sales yang pada hari ini kita peringati agar menjadi pewarta sukacita injil yang baik seperti dia.

(Fr. Januarius Heatubun)

“Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!” (Mzm 57:6)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan bimbinglah aku agar melalui panggilan-Mu ini, aku menjadi pewarta kabar sukacita injilMu yang setia. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini