“Mulia”: Renungan, Minggu 26 Januari 2020

0
2310

HM Biasa III (H)

Yes. 8:23b – 9:3; Mzm. 27:1,4,13-14; 1Kor. 1:10-13,17; Mat. 4:12-23 (panjang) atau 4:12-17 (pendek).

Yesus adalah pewarta. Malahan, pewarta ulung. Dia tahu kapan bergerak dan ke mana melangkah. Dari Yudea Yesus bertolak ke Galilea. Menuju tempat yang cocok. Tambahan, menuju tempat yang telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya. Yesus berkeliling di seluruh Galilea. Ia mengajar di rumah-rumah ibadat. Yesus bergerak seturut rencana dan rancangan Allah.

Namun pewartaan-Nya tetap sama. Tak ditentukan tempat. Tempat boleh berganti. Tidak juga dikekang waktu. Hari dan tanggal boleh berubah. Tapi berita yang dimaklumkan-Nya selalu sama. “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”.

Sebagai seorang pewarta ulung, Yesus juga mencontohkan kita satu hal lain. Hal yang tak kalah penting. Dia memanggil murid-murid. Dia mengikutsertakan orang-orang lain dalam pewartaan-Nya. “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”. Begitu Yesus memanggil. Memanggil para murid untuk menjadi penjala manusia. Sebuah tugas yang mulia. Tugas para malaikat. Tugas pada akhir zaman. Yesus tidak mengemban sendiri tugas mulia ini. Ia memanggil dan melibatkan. Dia mengikutsertakan dan memberi kepercayaan kepada para murid-Nya.

Sang Pewarta Ulung mempercayakan tugas mulia itu kepada kita. Wartakanlah berita dan ajakan pertobatan. “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat”. Warta yang sama. Jangan berbeda. Jangan pula bertentangan. Entah karena lelah atau bosan, malu atau takut. Tetaplah setia pada pewartaan Yesus. Senantiasalah berani dan rela. Bersemangat dan penuh sukacita.

Bergeraklah juga. Tujulah tempat yang strategis. Berkelilinglah entah waktunya baik entah tidak. Yakinlah bahwa kita diikutsertakan Yesus. Kita dipercayai-Nya. Bukan untuk sembarangan panggilan. Tapi untuk panggilan yang mulia. Dan percayalah. Percayalah bahwa Yesus pasti turut membantu kita. Yesus tentu juga memberkati pewartaan kita. Yesus juga menjadikan kita pewarta yang mulia. Karena panggilan dan pewartaan kita sungguhlah mulia.

(Pst. Ventje F. Runtulalo, Pr)

“Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mat. 4:19).

Marilah berdoa:

Ya Yesus, terima kasih atas panggilan dan kepercayaan yang amat mulia ini. Berikanlah aku kemampuan dan keyakinan untuk menjadi pewarta mulia dari berita pertobatan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini