“Kekuasaan dan Kebijaksanaan”: Renungan, Rabu 13 November 2019

0
2923

Hari biasa (H)

Keb. 6:1-11; Mzm. 82:3-4,6-7; Luk. 17:11-19

Kekuasaan yang dimiliki oleh semua orang harus disertai dengan kebijaksanaan. kekuasaan adalah milik kita. Oleh sebab itu, kekuasaan yang kita miliki bisa berbalik dan menghancurkan kita, jika kita tidak menyertakan kekuasaan itu dengan kebijaksanaan. Kekuasaan yang kita miliki terhadap orang lain yang kita lakukan dengan tidak bijaksana, sering mengangkat kita pada gumpalan awan yang menyesatkan, dimana kita disembunyikan dari diri kita sendiri, atau disilaukan dan dimabukkan, bahkan terkadang kita dibutakan oleh kekuasaan itu.

Saudara yang terkasih, dalam bacaan pertama hari ini ditampilkan kepada kita tentang ajaran kebijaksanaan Salomo yang menasehati para penguasa agar dapat menjalankan kekuasaan yang mereka miliki dengan bijaksana, dan belajar dari ujung-ujung bumi, karena kekuasaan yang mereka miliki berasal dari yang Maha Tinggi dan Allah akan menyelami segala rencana sehingga Ia akan menghukum dengan berat para penguasa yang menjalankan tugas dengan bijaksana. Dalam Injil, kebijaksanaan yang diajarkan Salomo ini mendapatkan pemenuhannya melalui Yesus Kristus. Dimana Yesus yang mempunyai segala kuasa tidak hanya menyimpan kekuasaan itu dalam diri-Nya, tetapi Ia mau untuk berbagi dengan orang yang membutuhkan hak dari kekuasaan yang Ia miliki itu. Dalam Injil hari ini Yesus mau menyembuhkan orang Samaria yang dipandang sebagai orang pinggiran, orang yang berdosa, dan dikucilkan. Disini, orang Samaria yang disembuhkan dari sakit kusta, mau datang kembali kepada Yesus untuk mengucap syukur karena telah sembuh. Dan yang menjadi pertanyaan apakah orang lain yang termasuk orang-orang Israel, para pembesar agama, tidak mau datang kepada Allah, padahal mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi pusaka dari Allah.

Saudara yang terkasih, dalam hidup kita sehari-hari, kita mempunyai kuasa terhadap setiap orang, baik dalam keluarga, komunitas, tempat kerja dll. Sering kita menemukan orang-orang yang menggunakan kuasa yang mereka miliki untuk menjatuhkan orang lain atau mereka tidak mau menggunakan kekuasaan yang mereka miliki untuk membantu dan menolong orang yang membutuhkan bantuan mereka. Apakah dalam hidup kita sehari-hari, kita juga sering menggunakan kekuasaan kita untuk menjatuhkan orang lain yang tidak mempunyai kekuasaan atau kita sudah menggunakan dengan bijaksana kekuasaan yang kita miliki?

                                                                                              (Fr. Emanuel Paji Sopa)

”Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau”( Luk. 17: 19b)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah aku agar dapat mempergunakan kemampuanku untuk membantu sesama yang membutuhkan. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini