Hari Biasa (H)
Rm. 17:18-25a; Mzm. 119:66,68,76,77,93,94; Luk. 12:54-59.
Pada zaman modern ini, banyak perubahan yang terjadi dan kadang membuat kita bingung. Bahkan tingkah laku dari kalangan remaja membuat orang tua menjadi bingung. Sebab tindakan mereka amat berbeda dan kadang kala menjadi sebuah tindakan yang menimbulkan banyak tanya.
Dalam Injil hari ini Yesus mengingatkan kita: “Hai orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mangapa kamu tidak dapat menilai zaman ini?” Manusia pandai untuk melihat tanda-tanda alam di sekitar mereka dan dapat menafsirkan apa yang akan terjadi. Namun manusia tidak sadar akan apa yang terjadi pada masa depan hidupnya setelah kematian.
Seolah-olah hidup di dunia ini adalah segala-galanya dan selama-lamanya. Kehidupan di dunia ini adalah suatu kesempatan untuk berdamai dengan Sang Penguasa hidup, Sang Penentu kekekalan hidup kita setelah kematian.
Yesus menuntut kita untuk membaca tanda-tanda zaman secara benar. Kita harus menyelami lebih dalam setiap akar persoalan yang terjadi di sekitar kita, dalam negara kita, dalam masyarakat dan komunitas tempat tinggal kita. Membanca tanda-tanda zaman terwujud secara nyata dan praktis ketika kita senantiasa berhati-hati memperhatikan opini dan pendapat.
Membaca tanda-tanda zaman terwujud ketika misalnya kita tidak asal share status di akun facebook yang belum diketahui kebenarannya. Membaca tanda zaman yang benar dan tepat berarti membiarkan diri dituntun oleh Tuhan dalam arah yang benar dan tepat, membiarkan diri dituntun dalam semangat cinta kasih dan harmoni, dalam semangat merangkul dan membebaskan.
Salah satu hal yang pasti ketika kita ingin membaca tanda zaman adalah bahwa kita mesti digerakkan oleh cinta dan kepekaan kepada kebenaran. Mencintai dan menemukan kebenaran adalah tugas harian kita sebagai murid Kristus.
Dengan kunci cinta dan kebenaran kita sadar bahwa Tuhan akan senantiasa mencintai dan menyertai kita sampai kapanpun. Adalah sebuah kebijaksanaan hidup kalau kita tetap memelihara hidup kita dalam kebenaran karena kita tidak akan pernah tahu hari dan saatnya. Selain itu dunia bukanlah tempat tinggal kita yang kekal, maka itu kita dipanggil untuk menikmati kasih Bapa dalam kekekalan.
(Fr. Damianus Batlayeri)
“Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar utangmu sampai lunas” (Luk. 12:59).
Marilah berdoa:
Ya Allah, bantulah aku untuk dapat mengerti dan mambaca tanda-tanda zaman dengan benar. Amin











