“Siap Diutus!”: Renungan, Jumat 18 Oktober 2019

0
2962

Pesta St. Lukas Pengarang Injil (M)

2 Tim.4:10-17b;Mzm. 145:10-11.12-13b.17-18;R:12;Luk.10:1-9

Sebagai murid Kristus, misi pewartaan kabar sukacita Injil di tengah-tengah dunia merupakan hak dan kewajiban kita. Dalam konteks “dunianya” Aparatur Sipil Negara (ASN), kita sering mendengar sebuah istilah yang bagi kebanyakan orang bisa saja menyenangkan dan bisa juga tidak menyenangkan. Istilah itu ialah “Mutasi Pegawai Negeri Sipil”. Mutasi sendiri dimaksudkan untuk menghindari kejenuhan dari karyawan itu sendiri dan menghindari kenikmatan yang justeru menghanyutkan dirinya. Mutasi ini dikatakan menyenangkan ketika pegawai atau karyawan mendapat rotasi kerja baru di tempat yang menyenangkan, fasilitas lengkap, sarana prasarana lengkap, dan sebagainya. Sedangkan yang tidak menyenangkan ialah kebalikan dari yang menyenangkan tersebut. Tak heran bila ada orang-orang tertentu yang lebih memilih tetap di tempat tugas yang serba menyenangkan dan menghindar dari yang tidak menyenangkan.

Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan bagaimana Yesus mengutus tujuh puluh murid, mendahului-Nya ke kota dan tempat untuk mewartakan Kerajaan Allah. Menariknya bahwa dalam perutusan ini, Yesus berkata kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala”. Perkataan ini mengingatkan kita tentang betapa pentingnya daerah atau tempat terpencil dan miskin yang sesungguhnya menjadi ladang subur pewartaan kita. Maka sebagai bentuk ketaatan, kita sesungguhnya harus berani mengatakan pada diri kita masing-masing bahwa saya siap diutus. Diutus di tengah-tengah “dunia” yang bagi kebanyakan orang tidak menyenangkan hati dan tidak dapat memenuhi keinginan bahkan kenikmatan.

Kita tak perlu takut bilamana diutus ke tempat-tempat terpencil pun terpinggirkan. Sebab melalui teladan Santo Lukas yang Gereja rayakan hari ini, kita diteguhkan dan dikuatkan untuk melaksanakan misi perutusan mewartakan Kerajaan Allah. Santo Lukas dalam hidupnya dikenal sebagai orang yang kerap menaruh perhatian khusus terhadap orang-orang miskin dan hina-dina, serta memperlihatkan belas kasih Allah kepada manusia. Bagi Lukas, kabar gembira memang ditujukan kepada semua orang, tetapi pertama-tama kepada orang-orang yang tertindas dan para pendosa. Inilah misi perutusan yang harus dilangsungkan terus-menerus.

 (Fr. Devri Maturbongs)

“Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala” (Luk. 10:2-3).                      

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Yesus, kuatkanlah kami dengan Roh Kudus Mu sebagaimana Engkau menguatkan Santo Lukas untuk mewartakan Kabar Sukacita Injil-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini