Hari biasa (H).
Rm. 1:1-7; Mzm 98:1,2-3ab,3cd-4; Luk. 11:29-32
Dalam kehidupan setiap hari, tanda merupakan bukti yang konkret bagi banyak orang untuk percaya pada suatu hal tertentu. Tanpa sebuah tanda, banyak orang sulit untuk percaya, taat, apalagi bersyukur.
Paulus dalam bacaan pertama ingin menyampaikan kabar gembira kapada jemaat di Roma. Ia ingin membuktikan bahwa panggilannya menjadi seorang rasul merupakan tanda dari kasih karunia Tuhan kepada manusia. Paulus membuktikan bahwa manusia yang sungguh percaya dan ingin bertobat pasti akan diampuni. Karena Tuhan itu maha pengampun.
Bacaan Injil menceritakan pula bahwa Yesus mengecam banyak orang yang tidak percaya. Yesus berkata: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat.” Tuhan sangat marah karena manusia masih meminta tanda yang lain dan tidak percaya. Padahal, Allah telah memberikan tanda yang begitu nyata lewat kehadiran Putera-Nya. Dan, mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya dalam kehidupan manusia. Bagi Yesus, ketidakpercayaan merekalah yang jahat.
Kita terkadang hidup seperti orang-orang Farisi. Kita selalu menuntut tanda dari Tuhan supaya kita bisa percaya dan bersyukur kepada-Nya. Bila tidak ada tanda, maka kita juga tidak pernah mengucap syukur kepada-Nya. Kita seringkali tidak sabar menunggu tanda-tanda dari Tuhan. Kita sering meninggalkan Tuhan dan tidak percaya lagi kepada-Nya. Kita sering lupa diri, bahwa semua berkat terlebih nafas kehidupan itu berasal dari Tuhan. Karena keegoisan kita, maka kita sering menuntut hal-hal yang lebih besar. Kalau tidak dikabulkan maka, kita tidak pernah percaya kepada Tuhan.
Maka, lewat bacaan hari ini kita semua diajak untuk selalu bersyukur kepada Tuhan mulai dari hal-hal kecil, misalnya bersyukur atas rahmat kehidupan yang diberikan Tuhan kepada kita. Rahmat itu merupakan tanda bahwa Tuhan mengasihi dan mencintai kita. Kita juga diajak seperti Paulus yang sungguh bertobat dan percaya kepada Tuhan. Akhirnya, dia menjadi hamba Tuhan yang taat. Sehingga, semua orang selamat dan percaya kepada Tuhan. Kita juga diajak pula oleh pemazmur yang selalu bersyukur karena Tuhan telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib. Supaya ketika tiba saatnya, kita semua dibangkitkan dan berbahagia bersama Allah Bapa di surga.
(Fr. Rafael Montung)
“Sesungguhnya yang ada di sini lebih dari Yunus” (Luk. 11:32).
Marilah berdoa:
Tuhan, bantulah aku agar aku selalu bersyukur atas rahmat yang selalu Engkau berikan. Amin










