“Mawas Diri”: Renungan, Sabtu 26 Oktober 2019

0
3502

Hari Biasa (H)

Rm. 8:1-11; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 13:1-9

Salah satu sifat buruk manusia adalah suka memperbincangkan kekurangan dan dosa orang lain tanpa melihat kekurangan diri sendiri. Menjadi lebih buruk lagi jika membandingkan diri sendiri dengan orang lain.  Merasa lebih baik dari orang lain. Tidak percaya bahwa orang lain bisa berubah dan berkembang lebih baik.

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini terutama bacaan Injil menggambarkan tentang orang-orang yang tidak mawas diri. Mereka tidak hidup di dalam roh kebenaran melainkan di dalam kedagingan manusiawi. Dikisahkan bahwa, Yesus menegur orang-orang yang merasa lebih baik dari orang-orang yang ditimpa kemalangan dan bahkan menganggap orang-orang itu lebih berdosa daripada mereka.

Yesus mengingatkan bahwa sesungguhnya mereka tidak lebih baik dari orang-orang malang itu. Bahkan mereka jauh lebih berdosa daripada orang-orang malang yang tertimpa musibah oleh karena sifat keangkuhan yang mereka miliki.

Rasul Paulus hendak mengingatkan para pengikutnya untuk selalu hidup dalam roh kebenaran. Menjauhi sifat kedagingan atau sifat manusiawi. Karena keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sedangkan keinginan daging adalah maut yang membinasakan.

Mereka yang hidup di dalam daging akan mati di dalam dosa-dosa mereka sendiri; tetapi mereka yang hidup di dalam Roh Allah akan memperoleh kehidupan kekal. Rasul Paulus bahkan mengatakan: “Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran ».

Kita diingatkan untuk selalu mawas diri supaya hidup di dalam roh kebenaran. Orang yang tidak pernah mawas diri dan selalu menganggap diri lebih baik dari orang lain, itu adalah orang-orang yang hidup di dalam daging dan tidak pernah membuka diri terhadap Roh Allah.

Orang yang hidup seturut Roh Allah pasti akan selalu mawas diri. Selalu melihat bahwa di dalam diri orang lain ada kebaikan. Pesan-pesan yang bisa kita petik ialah pertama, supaya kita selalu mawas diri tanpa melihat kekurangan orang lain. Kedua, menjauhi keinginan-keinginan daging dan mendekatkan diri pada keutamaan-keutamaan Roh. Ketiga, Roh Allah akan menuntun jalan hidup kita untuk memperoleh kebenaran sejati, yaitu kehidupan kekal.

(Fr. Chrisanctus Sadrack)

“Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian” (Luk. 13:5)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, buatlah kami untuk selalu mawas diri tanpa melihat kekurangan orang lain, supaya kelak kami hidup di dalam roh kebenaran. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini