Hari biasa (H)
Rm. 6:12-18; Mzn 124: 1-8; Luk. 12:39-48
Seorang anggota tentara dididik dan dibina untuk senantiasa memiliki sikap kesiapsediaan. Dimanapun dan kapanpun, entah ada bahaya musuh ataupun bahaya lainnya, mereka harus senantiasa memiliki sikap untuk menghalau dan melawan bahaya musuh demi keselamatan banyak orang. Begitu pun dengan seorang penjaga gawang yang dilatih untuk senantiasa siap sedia jika gawangnya diserang oleh tim lawan. Kesiapsediaan menjadi sesuatu yang sangat penting dalam situasi dan kondisi apapun dalam kehidupan ini.
Bacaan Injil hari ini menampilkan kisah Yesus yang mengajarkan hal penting kepada murid-murid-Nya. Hal yang diajarkan oleh Yesus berkaitan dengan bagaimana para murid mesti selalu memiliki sikap kesiapsediaan. Yesus mengajarkan mereka bagaimana mereka harus siap sedia seperti seorang hamba yang setia menjaga rumah dari tuannya. Karena sikap siap sedia dan kesetiaan dari hamba ini, maka tuan rumahnya akan mengangkat dia menjadi pengawas dari segala miliknya. Sebaliknya jika hamba ini melakukan segala hal yang sebaliknya, maka tuan itu akan datang pada hari yang tidak diketahuinya dan akan memberikan banyak pukulan, dan bahkan membunuh hamba itu. Kesiapsediaan menjadi sangat penting dalam pengajaran Yesus di atas. Hal itu dimaksudkan demi kebaikan para murid sendiri. Jika para murid berlaku setia dan selalu siap sedia, maka apapun yang nantinya terjadi, mereka pun nantinya menjadi siap sedia.
Dalam bacaan pertama yang diambil dari surat rasul Paulus kepada jemaat di Roma dengan jelas disampaikan bagaimana kesiapsediaan itu nantinya menghasilkan buah yang baik dalam kehidupan. Jika kita siap sedia, maka kita akan senantiasa berlaku seturut dengan kehendak Tuhan. Dosa merupakan bahaya yang selalu datang mengancam dalam kehidupan manusia. Dosa hadir untuk menghancurkan relasi kita dengan Allah. Namun, kita harus berani untuk selalu siap sedia melawan dosa itu. Kita akan berani dan berlaku siap sedia jika kita menyandarkan dan mendasarkan hidup kita kepada Kristus. Dengan demikian, kita akan dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran (Rm. 6:18). Kesiapsediaan akan menghantarkan kita pada suatu sikap untuk mampu melawan dosa. Dengan begitu, apapun yang datang mengancam hidup kita, apapun yang datang merusak relasi kita dengan Allah, kita akan mampu untuk menghalau dan melawannya karena kita ini senantiasa siap sedia dan telah menjadi hamba kebenaran.
(Fr. Gerry Manorek)
“Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangka” (Luk. 12:40).
Marilah berdoa:
Tuhan, ajarkanlah kami untuk setia dan selalu siap sedia. Amin











