Pw S. Fransiskus dr Assisi (P)
Bar. 1:15-22; Mzm. 79: 1-2, 4-5, 8-9; Luk. 10: 13-16;
Dosa adalah tindakan manusia yang dilakukan dengan sadar, tahu dan mau, yang orientasinya bertentangan dengan kehendak Allah. Pertobatan adalah aktivitas meninjau atau menelah tindakan-tindakan yang pernah diperbuat dengan menyesali kesalahan-kesalahan yang terjadi di masa lampau, yang melahirkan komitmen untuk berubah menjadi yang lebih baik. Dua hal tersebut merupakan seumber dari kehidupan manusia.
Bacaan pertama mengisahkan bahwa keadilan selalu ada pada Tuhan Allah, sedangkan malu muka ada pada kami (manusia). Oleh karena itu ketika orang Israel tidak taat kepada Tuhan, maka yang akan diterima adalah malapetaka dan laknat. Allah sendiri menginginkan agar umat-Nya selalu taat kepada-Nya karena, melalui ketaatan tersebut malapetaka dan laknat dijauhkan, serta diberi kesejahteraan. Hal serupa juga ditegaskan dalam kitab mazmur, ketika kita melakukan dosa, Tuhan akan murka, karena Tuhan menginginkan agar kita hidup baik dan tak bercela di dihadapan-Nya.
Bertolak dari semua itu maka, kehidupan di zaman milenial ini menunjukan beragam kehidupan. Kebanyakan orang bersikap acuh dan tidak menghiraukan Allah. Artinya, ketika orang melakukan dosa, tidak adaya rasa bersalah atau pun keinginan untuk bertobat, tetapi senang berada dalam dosa yang sama. Yesus mengajarkan kita untuk bertobat. Oleh karena bertobat dan menyadari segala kesalahan dan dosa yang kita perbuat maka, kita akan diberkati dan diberi rahmat serta sukacita yang penuh dari Allah sendiri. Sebab itu perlu adanya kesadaran akan segala salah dan dosa yang telah kita perbuat agar kita luput dari kecaman Yesus akan marabahaya yang akan menimpa kita.
Kita mesti belajar dari St Fransiskus dari Assisi. Ia menentang keidupannya yang mewah, kehidupan yang penuh dengan materi, sukacita dan sebagainya. Fransiskus meninggalkan semua itu dan menjadi pelayan Allah. Disanalah, ia merasakan sukacita dan kehidupan yang sebenarnya yakni kehidupan yang terlepas dari dosa. Cara hidup yang dipraktekkan Fransiskus mengantar kita pada permenungan terhadap cara hidup kita di saat ini.
(Fr. Philipus Rahae)
“Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku” (Luk. 10:16)
Marilah berdoa:
Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami untuk selalu berbuat baik, dan berilah kami kekuatan untuk dapat melawan godaan setan dan menolak perbutan jahat yang melawan Dikau. Amin.











