Pesta S. Teresia dr Kanak-kanak Yesus, PrwPujG, Pld-Misi (P).
Yes. 66:10-14c; Mzm. 131:1,2,3; Mat. 18:1-5.
Dalam kehidupan bermasyarakat di zaman sekarang, anak kecil seringkali dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Mereka dianggap lemah dan tidak tahu apa-apa. Mereka bahkan kesulitan untuk mengungkapan atau mengekspresikan sesuatu hal kepada orang lain dengan baik dan benar. Padahal sebenarnya mereka dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang zaman ini. Sebab melalui keterbatasan dan kepolosannya, mereka selalu melakukan apa yang diinginkan. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran untuk tidak memandang lemah seorang anak kecil. Melainkan harus memandang mereka sebagai hal yang sangat dibutuhkan dalam setiap keluarga dan masyarakat.
Anak kecil dalam bacaan Injil hari ini pun sangat diutamakan oleh Yesus. Ia bahkan berkata: “Sungguh, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk dalam Kerajaan Surga.” Kata-kata ini memberikan suatu gambaran, bahwa walaupun anak kecil merupakan pribadi yang terbatas, polos dan tulus, mereka merupakan pribadi yang dapat masuk dalam Kerajaan Allah. Padahal dalam menjalankan kehidupannya, anak kecil selalu mengandalkan bantuan dari orang tuanya dalam menghidupi dan membesarkannya.
Hal ini pun selaras dengan yang dikatakan oleh Nabi Yesaya bahwa hubungan Yahwe dan Israel, sama seperti hubungan ibu dan anak. Anak yang akan digendong dan dibelai-belai dipangkuan ibunya. Yesus juga mengatakan bahwa seorang anak kecil ialah mereka yang belum mengetahui suatu kejahatan. Oleh karena itu dengan melihat seorang anak kecil, Yesus mengajak kita untuk menjadi sama seperti mereka yang sangat polos dan tulus dalam melakukan segala sesuatu.
Selain belajar dari anak kecil yang ditekankan Yesus dalam Injil hari ini. Kita juga perlu belajar dari Santa Teresia dari kanak-kanak Yesus yang dirayakan pada hari ini. Santa Teresia yang juga memberikan contoh kepolosan iman yang sangat luar biasa seperti kesederhanaan dan kepercayaannya kepada Tuhan. Sehingga dengan menjalankan kehidupan seturut model iman seperti seorang anak kecil yang polos dan tulus dihadapan Allah. Maka kita pun pada akhirnya dapat menikmati misteri kerajaan Allah.
(Fr. Frantosius Kadoang)
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan Sorga” (Mat. 18:3).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, ajarlah aku untuk sama seperti anak kecil. Amin.











