“Kekuatan Mendengarkan”: Renungan, Senin 23 September 2019

0
2046

Pw S. Padre Pio dr Pietrelcina (P)

Ezr. 1:1-6; Mzm. 126: 1-2ab, 2cd-3, 4-5, 6; Luk. 8: 16-18.

Dua hal yang menjadi kapasitas manusia adalah mendengarkan dan melaksanakan. Mendengarkan berarti kita mendengar orang lain yang menggunakan kata-kata dan kalimat yang terstruktur, kita dapat mendengarkan bunyi-bunyian, alunan musik, dll. Kapasitas yang kedua adalah melaksanakan apa yang ia dengar dan pahami dalam perbuatan konkrit. Dalam Injil hari ini kita belajar apa artinya melaksanakan kehendak Allah. Injil hari ini mengajarkan bahwa melaksanakan kehendak Allah tidak lain adalah berbagi terang untuk menerangi sesama.

Injil hari ini mengisahkan perumpamaan tentang pelita. Pelita yang dimaksudkan adalah pelita jiwa kita, yang telah bernyala sejak kita dibaptis dalam Gereja Katolik. Dari pembaptisan, kita telah membawa terang Kristus yang bernyala dalam jiwa kita. Pelita jiwa yang bernyala itu baiklah kita bagikan kepada sesama kita. Karena dalam Injil, telah Yesus tegaskan melalui perumpamaan bahwa orang tidak akan menyalakan pelita lalu meletakkan di bawah, menutupnya, tetapi meletakkannya di tempat yang tinggi supaya orang dapat melihat terangnya dan segala sesuatu yang ada dalam ruangan tidak ada yang tersembunyi. Karena itu, terang Kristus yang telah kita terima dalam pembabtisan harus kita bagikan. Janganlah kita menutupi terang yang ada dalam jiwa kita, sehingga kita seperti tidak memiliki terang, sehingga apa yang ada pada kita akan diambil kembali.

Hari ini kita juga memperingati St. Padre Pio. Sebagai seorang imam, ia telah mendapatkan luka-luka Yesus yang merupakan rahmat yang sangat istimewa dari Allah. Ia mendengarkan apa yang disampaikan Allah kepadanya dan membagikan kepada orang lain. St. Padre Pio tidak hanya menyimpan sendiri apa yang ia dengar tetapi mau membagikan rahmat Alah itu.

Apakah kita yang mendengarkan sabda Allah, membagikan terang Kristus kepada sesama?

(Fr. Emanuel Paji Sopa)

“Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya”
(Mzm. 126:6)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah aku, sehingga aku dapat membagikan terang-Mu yang telah aku terima kepada orang lain, sehingga merekapun kelak dapat memiliki terang itu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini