“Kecemasan”: Renungan, Kamis 26 September 2019

0
3269

Hari Biasa (H)

BcE Hag. 1:1-8; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Luk. 9:7-9

Salah satu sifat yang ada pada diri manusia yaitu keingintahuan. Artinya manusia terus-menerus mencari tahu sesuatu yang baru. Tetapi manusia seringkali cenderung merasa tidak puas jika tidak memilikinya atau pun hanya mendengarnya saja.

Bacaan Injil mengisahkan kecemasan Herodes. Kecemasan dan penasaran yang timbul dari hati Herodes muncul karena ia mendengar tentang seseorang yang muncul yaitu Yesus Kristus, yang berpengaruh dan penuh dengan kuasa di tengah-tengah masyarakat. Apalagi ada berbagai pandangan yang mengatakan bahwa Yesus adalah Yohanes Pembaptis. Ada pula yang mengatakan bahwa Ia adalah Elia yang telah muncul kembali. Dan ada juga yang mengatakan bahwa Dia adalah salah satu nabi-nabi yang telah bangkit. Pada dasarnya kecemasan yang dialami oleh Herodes muncul dari dalam dirinya sendiri.

Kecemasan itu muncul karena ketakutan bahwa kedudukannya sebagai penguasa di wilayahnya akan digantikan. Walaupun hatinya cemas, namun timbul juga rasa penasaran, keingintahuan, yang membuat ia ingin berjumpa dengan Yesus. Di sini yang menjadi kelemahan Herodes yakni tidak ada kerendahan hati untuk berusaha, walaupun dalam Injil dikatakan ia berusaha supaya berjumpa dengan Yesus. Akan tetapi keinginan itu tidak diwujudnyatakan dalam tindakan. Akibatnya, ia tidak bertemu dengan Yesus.

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita merasa cemas akan apa yang kita butuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan berjumpa dengan Yesus merupakan hal yang kedua. Dengan kata lain kebutuhan jasmani lebih diutamakan daripada kebutuhan rohani. Mencemaskan kebutuhan hidup memang perlu akan tetapi yang harus diutamakan yaitu berjumpa dan bersatu dengan Yesus, misalnya mengikuti perayaan Misa Kudus. Dalam perayaan tersebut kita bisa berjumpa dengan Yesus. Namun orang cenderung gelisah, cemas, dan takut tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani. Hal itu tidak bisa dipungkiri karena memang kenyataan bahwa kebanyakan orang lebih mengutamakan apa yang kelihatan daripada yang tak kelihatan.

Bacaan Injil hari ini membuka mata kita. Herodes walaupun sudah berusaha tetapi tidak bisa berjumpa dengan Yesus. Apalagi kita yang hanya mencemaskan kebutuhan jasamaniah dari pada rindu berjumpa dengan Yesus. Maka, marilah kita menanamkan dalam diri kita kerinduan untuk berjumpa dengan Yesus.

 Fr. Rewilianus Paisu

“Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan” (Mzm. 149:4).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah aku agar mampu menjadi pribadi yang selalu merindukan-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini