“Bermisi bersama Kristus”: Renungan, Rabu 25 September 2019

0
2698

Hari Biasa (H)

Ezr. 9:5-9; MT Tb. 13:2,3-4a,4bcd,5,8; Luk. 9:1-6

Manusia adalah mahkluk lemah yang kadang keliru dalam bertindak. Hal inilah yang kurang lebih digambarkan dalam bacaan pertama. Lepas dari kerterbatasan itu, manusia adalah mahluk yang bermartabat. Sadar akan keadaan ini, sudah seharusnya kita saling mendukung dalam mencapai cita-cita yang luhur dan mulia. Inilah tantangan, apalagi dalam situasi sekarang ini, media sosial dipakai untuk menyebarkan hoax. Lepas dari keterbatasan kita, Yesus memanggil dan mengutus kita untuk memberitakan Injil kepada semua orang. 

Bacaan pertama menampilkan tentang kesedihan Ezra karena sebagian orang Israel telah menyimpang dari aturan dalam kalangan Israel itu sendiri. “Orang-orang Israel awam, para imam dan orang-orang Lewi tidak memisahkan diri dari penduduk negeri dengan segala kekejiannya; mereka telah mengambil isteri dari antara anak perempuan orang-orang itu untuk diri sendiri dan untuk anak-anak mereka”. Mereka memperistri yang bukan dari Bangsa Israel dan karena itu dianggap keji. Dalam kalangan Israel pada waktu itu, perbuatan tersebut dianggap tidak setia. Atas ketidaksetiaan itulah Ezra memohon pengampunan dari Tuhan sembari memuji Tuhan penuh kasih setia dan belas kasih serta sumber kesalamatan.

Penginjil Lukas hari ini menceritakan tentang Yesus yang mengutus kedua belas murid dalam mewartakan Injil serta memberikan kuasa untuk menyembuhkan orang sakit. Tuhan yang setia dan penuh belas kasih itulah yang hendak diwartakan oleh para murid. Hal yang menarik di sini adalah bahwa ternyata kabar suka cita tersebut tidak lagi terbatas bagi Bangsa Israel saja tetapi kepada semua orang. Keselamatan tidak hanya terbatas bagi Bangsa Israel saja tetapi kepada siapapun juga yang menerima pewartaan itu.

Kini, karunia dan rahmat Tuhan nyata kepada siapa pun juga. Hal itu terbukti bagi orang yang mengimani-Nya. Sebagai murid Kristus, kita pun dipanggil untuk mewartakan Injil kepada siapa saja. Agar kasih setia dan belas kasih Tuhan semakin dirasakan oleh semakin banyak orang. Dengan itu, keselamatan selalu terjadi kapan saja dan di manapun.

                                                                                         Fr. Yustinus Mogi Saelong

“Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka” (Luk. 9:5).

Marilah berdoa :

Ya Tuhan, berilah kami kekuatan dalam mewartakan Injil-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini