“Belas Kasih Allah“: Renungan, Minggu 15 September 2019

0
2566

Hari Minggu Biasa XXIV (H)

Kel.32:7-11,13-14; Mzm 51:3-4,12-13,17,19; 1 Tim.1:12-17; Luk 15:1-32 (Luk 15:1-10)

Allah senantiasa menginginkan umat manusia memperoleh keselamatan. Akan tetapi,  setiap harinya manusia itu selalu jatuh dalam dosa. Dosa membuat manusia itu menjauh dari Allah. Akan tetapi,  Allah tidak ingin manusia itu hidup terpisah dari-Nya. Oleh karena itu, melalui pertobatan tawaran keselamatan itu senantiasa diberikan oleh Allah.  Semua itu dilakukan-Nya karena begitu besar belas kasih Allah kepada umat-Nya.

Dalam kitab Keluaran belas kasih Allah ditunjukkan dengan begitu jelas. Meskipun bangsa Israel  telah berkhianat terhadap-Nya dengan mendirikan dan menyembah anak lembu tuangan,  Ia tetap membuka pintu belas kasih-Nya.  Janji Allah untuk menyelamatkan umat pilihan-Nya dan menjadikan keturunan mereka sebanyak bintang di langit tetap dipegang teguh oleh Allah. Karena itu, Allah tidak memberikan malapetaka kepada bangsa pilihan-Nya.  Walaupun umat manusia tidak setia kepada-Nya, Allah tetap setia pada perjanjian-Nya.

Belas kasih Allah itu juga telah diteladankan oleh Tuhan Yesus sendiri. Ia senantiasa bergaul dengan para pendosa. Ia menerima mereka seperti seorang bapa yang menerima anaknya yang telah hilang. Memang perbuatan yang mendatangkan dosa sangat dikecam oleh Tuhan Yesus. Tetapi  bagi para pendosa yang bertobat, Ia senantiasa membuka pintu kerahiman-Nya. Hal itu terjadi karena misi Yesus adalah menyelamatkan umat manusia. Tuhan Yesus menginginkan pertobatan dari para pendosa. Para pendosa itu diibaratkan sebagai domba, dirham dan anak yang hilang. Ketika mereka sadar akan perbuatannya dan mau kembali kepada Allah, mereka seperti domba atau dirham yang ditemukan kembali oleh pemiliknya. Pertobatan menjadi jalan satu-satu untuk kembali ke dalam pelukan kasih Allah.

Rasul Paulus pun memberikan kesaksian akan besarnya belas kasih Allah atas kehidupannya. Ia yang dulunya adalah pendosa berat, penghujat bahkan penganiaya umat Allah diangkat oleh Tuhan Yesus menjadi rasul-Nya. Allah dengan penuh kesabaran dan kesetiaan menantikan para pendosa untuk kembali kepada-Nya. Ia senantiasa membuka pintu kerahiman dan belas kasih-Nya. Bahkan, melalui kisah hidup pertobatan rasul Paulus, Ia telah memberikan teladan. Meskipun demikian belas kasih Allah membutuhkan jawaban dari umat manusia yaitu pertobatan.

(Fr.Dkn. Malvin Karundeng)

“Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat” (Luk. 15:10)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, terima kasih atas belas kasihMu kepadaku. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini