“Merubah Diri”: Renungan, Rabu 14 Agustus 2019

0
2380

Pw S. Maksimilianus Maria Kolbe (M)

Ul. 34:1-12; Mzm. 66:3a,5,8,16-17; Mat. 18:15-20

Secara kodrati manusia adalah makhluk sosial. Oleh sebab itu ia tidak bisa hidup tanpa orang lain. Di sini ada hubungan timbal balik antar sesama manusia. Dan harus diyakini bahwa kehadiran setiap manusia di sini yakni untuk menasihati dan menuntun sesama saudara supaya melepaskan segala sesuatu yang dapat membawa sesama pada jalan yang sesat.

Bacaan-bacaan hari ini pun sangat menyentuh kehidupan manusia. Sebagai makhluk sosial, setiap orang hadir untuk berbaur dengan sesama saudara. Tetapi, kehadiran sebagai saudara bagi sesama harus dilakukan berdasarkan kehendak dan perintah Tuhan. Dalam arti ini, terdapat keharusan untuk menasihati sesama saudara supaya senantiasa melaksanakan kehendak dan perintah Tuhan. Salah satunya nasihat untuk senantiasa berkumpul demi memuji dan memuliakan nama Tuhan.

Dalam kenyataannya hal ini tidak selalu berhasil. Masih juga ada beberapa orang yang sering tidak mendengarkan itikad baik sesama. Orang-orang seperti itu, seringkali merasa diri hebat sehingga meniadakan segala sesuatu. Termasuk kasih dan pertolongan Tuhan. Nah ! Sesungguhnya orang-orang seperti itu adalah mereka yang kurang mengenal kebaikan Dia melalui sesamanya. Mereka pura-pura menjadi tuli dan buta. Menghadapi orang-orang seperti ini, tidak perlulah menyerah dan putus asa. Harus yakin bahwa diri sendiri adalah perpanjangan tangan Allah yang hadir untuk menasihati. Sebagai utusan Allah, apa yang disampaikan merupakan perintah dan kehendak Tuhan. Dalam Injil Matius, Tuhan menegaskan: “Sesungguhnya apa yang kita ikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kita lepaskan di dunia ini akan terlepas juga di surga”.

Sebagai saudara, saling menegur dan menasihati satu sama lain adalah hakekat sebagai saudara. Oleh sebab itu haruslah membangun sebuah komitmen untuk merubah diri agar tidak mudah jatuh ke dalam pencobaan sehingga tetap yakin dan percaya akan perintah dan kehendak Tuhan. Jika mendasarkan kehidupan pada perintah dan kehendak Tuhan, maka apa yang diperbuat pasti akan mendapat berkat dan rahmat dari Tuhan. Satu cara yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah melepaskan kehidupan yang buruk dan berusaha untuk menjadi pribadi yang baik bagi Tuhan dan sesama.

(Fr. Mesak Wermasubun)

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” (Mat. 18:18). 

Marilah Berdoa:

Ya Allah, tuntunlah kami dengan Roh Kudus-Mu agar kami dapat menyadarkan saudara-saudara kami yang menyimpang dari ajaran-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini