Pw S. Bernardus, AbasPujG (p)
Hak. 6:11-24a; Mzm. 85:9,11-12,13-14; Mat. 19:23-30
Pada umumnya manusia hidup untuk mengejar kekayaan dan bukan mengejar keselamatan kekal. Dunia menjadi tempat manusia untuk mengekspresikan dirinya dan berlomba-lomba untuk memperoleh kebahagiaan duniawi tanpa menyadari tujuan hidupnya yaitu kehidupan kekal. Menjadi orang kaya adalah suatu kesempatan bagi banyak orang untuk berkuasa atas segala-galanya. Kebanyakan orang terbuai dengan kekayaannya sehingga melahirkan keegoisan, kesombongan, tinggi hati, dan lain sebagainya. Namun, Yesus mengatakan bahwa sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Artinya hal-hal duniawi terkadang menjadi penghalang bagi kita untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Hari ini kita diajak oleh Yesus untuk menjadi pengikut-Nya dengan total, berani memberikan diri kita sepenuhnya untuk Tuhan, mampu meninggalkan segala bentuk keinginan duniawi dan semua yang melekat dalam diri kita. Ketika kita berani dan mampu melakukannya, kita memperoleh kekayaan yang abadi bersama Kristus yakni hidup kekal di surga. Yesus berkata, “Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.”
Melepaskan segala sesuatu yang melekat pada diri kita merupakan hal yang tidak mudah bagi manusia. Manusia terikat dengan barang-barang duniawi, keinginan-keinginan duniawi sehingga lupa bahwa semuanya itu bersifat sementara saja. Semua itu akan lenyap ketika kita harus meninggalkan dunia ini. Untuk itu, kehidupan kekallah yang menjadi tujuan hidup kita.
Teladan Santo Bernardus, Abas yang kita peringati hari ini menjadi contoh bahwa manusia dapat melakukan apa yang menjadi syarat dalam mengikuti Yesus. Santo Bernardus bukan hanya meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus. Lebih dari itu, ia berhasil meyakinkan saudara-saudaranya, seorang pamannya dan keduapuluh-enam orang temannya untuk bergabung bersamanya di biara. Lewat Santo Bernardus pula kita disadarkan bahwa segalanya dapat kita lakukan ketika kita mampu dan berani melangkah bersama Kristus. Sebab Yesus telah menyampaikan kepada kita bahwa “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin”.
(Fr. Marsiano Kaunang)
“Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal” (Mat. 19:29).
Marilah berdoa:
Tuhan, mampukanlah kami untuk menjauhkan diri kami dari segala bentuk keinginan duniawi yang menjadi penghalang bagi kami untuk mengikuti-Mu. Amin











