Pw S. Barnabas, Ras (M)
Kis. 11:21b-26; 13:1-3; Mzm. 982-3ab,3c-4,5-6; Mat. 10:7-13
Mewartakan Injil adalah tugas yang kita jalani sebagai seorang pengikut Kristus. Kita diberikan tugas untuk mewartakan ajaran Kristus seperti Rasul Barnabas yang diperingati oleh Gereja hari ini. Barnabas merupakan salah seorang Rasul yang pernah menjadi teman seperjalanan Paulus, walaupun pada akhirnya mereka berpisah. Setelah itu Barnabas membawa Markus berlayar ke Siprus untuk mewartakan Injil dan akhirnya Barnabas menemui ajalnya setelah dirajam oleh orang-orang Yahudi di Salamis.
Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang mengutus murid-murid-Nya dan memberikan kepada mereka kuasa untuk menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menahirkan orang kusta dan mengusir setan. Kuasa yang diberikan Yesus kepada para murid, menunjukkan kepada kita bahwa Ia adalah Allah yang memiliki kuasa yang dapat diberikan kepada mereka yang dengan setia mengikuti, mendengarkan dan melaksanakan ajaran-ajaran-Nya.
Yesus pun menghimbau agar para murid yang akan pergi jangan membawa emas atau perak atau tembaga. Janganlah membawa bekal dalam perjalanan, baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Ini merupakan nasehat yang sangat sulit untuk kita realisasikan dalam kehidupan saat ini. Namun, apa makna perkataan Yesus ini?
Yesus mau mengajarkan para murid dan kita semua bahwa dalam menjalankan tugas-tugas Gereja kita tidak boleh banyak perhitungan, kuatir akan masa depan dan berbagai hal yang justru akan merintangi kita dalam menjalankan tugas-tugas Gereja yang dipercayakan kepada kita. Sebab Tuhan yang mengutus kita tidak mungkin akan meninggalkan kita. Ia pasti akan memenuhi segala kebutuhan kita. Paling penting ialah Ia menjamin hidup kita di masa yang akan datang.
Dalam bacaan pertama, ditampilkan rasa gembira dan sukacita dari Barnabas karena melihat kasih karunia Allah di Anthiokhia. Kegembiraan tersebut mendorong Barnabas untuk menasehati jemaat di Anthiokhia untuk tetap setia kepada Tuhan. Di sana juga, Barnabas bersama dengan Saulus tinggal dengan jemaat satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Anthiokhia murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. Kiranya kita menjadi murid-murid yang senantiasa berseru “sinarilah hambaMu dengan wajah-Mu Tuhan, sehingga kelak kami dapat bersorak-sorak di hadapan-Mu”.
(Fr. Gregorius Legi)
“Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat” (Mat. 10:7).
Marilah berdoa:
Ya Allah, utuslah dan sertailah kami di manapun kami berada. Amin











