“Iman Kepada Tritunggal”: Renungan, Minggu 16 Juni 2019

0
3471

Hari Raya Tritunggal Mahakudus (P)

Ams. 8:22-31; Mzm. 8:4-5,6-7,8-9; Rm. 5:1-5; Yoh. 16:12-15

Kita percaya bahwa Allah adalah Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Dari mana kita tahu bahwa Allah adalah Tritunggal? Dari pewahyuan Allah sendiri atau dari pemberitahuan yang disampaikan oleh Allah sendiri tentang Diri-Nya. Kalau tanpa pewahyuan Allah itu, maka manusia tidak mungkin mengetahui bahwa Allah adalah Tritungggal.

Pewahyuan tentang Allah Tritunggal sudah nampak dari kitab Amsal dalam bacaan pertama Liturgi hari ini, yaitu tentang Allah dan Kebijaksanaan-Nya. Kebijaksanaan Allah itu berada bersama-sama dengan Allah. “Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir. Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu daripada bukit-bukit, aku telah ada. Ketika ia mempersiapkan langit, aku di sana…” Kebijaksanaan Allah itu sudah ada bersama-sama dengan Allah sejak kekal dan bersama-sama dengan Allah dalam peristiwa penciptaan segala-sesuatu.

Dalam iman kristiani kita percaya bahwa kebijaksanaan Allah itu kemudian menjelma menjadi manusia, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Kebijaksanaan Allah disamakan juga dengan Firman Allah. Yesus Kristus adalah Firman Allah dan Kebijaksanaan Allah yang sudah ada sejak kekal bersama-sama dengan Allah. Apa yang diajarkan oleh Yesus adalah pewahyuan dari Allah sendiri karena Dia adalah Putera Tunggal Allah yang sehakekat dengan Bapa. Dengan demikian kita sudah mendapatkan dua pribadi dalam Allah Tritunggal yaitu Bapa dan Putera. Lalu darimana kita tahu ada Roh Kudus?

Roh Kudus juga adalah pewahyuan dari Allah kepada manusia dan pewahyuan itu disampaikan oleh Putera Allah yang telah menjadi manusia. Yesus bersabda, “Apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala-sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya” (Yoh.16: 13). Roh Kebenaran yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus itulah Roh Kudus dan Roh Kudus mendengarkan dari Allah Bapa dan Putera untuk menyampaikannya kepada manusia supaya kita semua dipimpin-Nya ke dalam seluruh kebenaran.

Dengan demikian kita sudah mengetahui asal-usul yang menjelaskan iman kita kepada Allah Tritunggal adalah dari pewahyuan Allah sendiri. Dari pewahyuan Allah kita mengetahui bahwa Allah adalah Tritunggal. Akhirnya dalam iman kita dapat berseru bersama Santo Paulus, “Kita yang dibenarkan karena iman kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita Yesus Kristus”.

(Pst. Albertus Sujoko, MSC)

“Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku” (Yoh. 16:14).

Marilah berdoa:

Ya Allah, berikanlah kepada kami Roh Kebijaksanaan-Mu supaya kami dapat memahami misteri ilahi-Mu yaitu Allah Bapa yang menciptakan, Allah Putera yang menebus dosa, dan Allah Roh Kudus yang memimpin kepada kepenuhan kebenaran. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini