Hari biasa (H)
2Kor. 6:1-10; Mzm. 98:1,2-3ab-4; Mat. 5:38-42
Acap kali dalam hidup keseharian, kita melakukan tindakan yang kurang adil dalam relasi dengan sesama. Padahal keadilan telah dinyatakan bagi segenap ciptaan dan menjadi hak bagi setiap individu. Keadilan tersebut nampak bahwa Allah memberikan cakrawala nan luas kepada manusia sebagai Sang Penguasa bumi. Matahari diterbitkan oleh-Nya bagi setiap makhluk. Hujan pun diturunkan bagi semua ciptaan-Nya, tanpa membedakan yang baik dan yang jahat, yang kuat dan yang lemah, yang miskin dan yang kaya. Kita pun diciptakan untuk saling melengkapi bukan untuk saling menguasai.
Bacaan Injil hari ini menjelaskan kepada kita tentang arti keadilan sesungguhnya. Keadilan bukanlah soal mata ganti-mata dan gigi ganti gigi, melainkan ungkapan cinta yang hakiki dari hati yang tulus dengan diwujudkan sebagai balasan bagi setiap tindakan yang tidak adil.
“Siapa pun yang menampar pipi kananmu, berikan juga kepadanya pipi kirimu. Dan orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkan juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil”.
Itulah cinta sejati yang diajarkan kepada kita. Cinta sejati adalah cinta yang dapat melampaui batas kekurangan setiap insan. Kristuslah sang teladan, yang telah melakukan-Nya lewat penderitaan dan kematian-Nya sebagai tanda cinta-Nya bagi manusia.
Kristus menghendaki agar keadilan tersebut diwujudnyatakan dengan memberikan cinta kepada sesama yang membutuhkannya. Memberi tanpa memperhitungkan serta menerima tanpa pula harus mengharapkan. Sebab dalam segala hal, segala sesuatu telah kita miliki.
Santo Paulus mengingatkan tentang kekayaan yang tersembunyi di balik kekurangan kita sebagai pelayan umat Allah. “Sebagai teman-teman kerja, kami menasihati kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.”
Kita dipanggil untuk menjadi anak Allah. Maka hidup kita pun hendaklah mencerminkan buah-buah roh dalam diri kita. Salah satu bentuk buah roh, bersikap adil bagi semua orang. Artinya bukan hanya bagi orang baik, tetapi juga bagi orang jahat. Seperti Allah yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik, dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
(Fr. Joseph Ohoiledjaan)
“Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu” (Mat. 5:42).
Marilah berdoa:
Tuhan, semoga kami mampu mencintai semua orang dan membawa keadilan bagi setiap insan. Amin











