“Bunda Gereja”: Renungan, Senin 10 Juni 2019

0
2753

Santa Perawan Maria Bunda Gereja (P)

Kej.3:9-16, 20 atau Kis.1:12-14, Mzm 87:1-2,3,5,6-7; Yoh.19:25-34

Peran seorang ibu memang tak tergantikan. Dialah orang yang telah melahirkan setiap insan ke dunia. Dialah sosok yang memberi semangat kepada anak-anaknya. Tempat mengadu dan tempat bersukacita. Maka benarlah pernyataan yang mengatakan: ‘surga di bawah telapak kaki ibu.’ Karena itu anak yang melawan bahkan menolak ibunya sering dikatakan sebagai anak durhaka.

Kesetiaan dan teladan ibu yang sesungguhnya telah ditunjukan oleh bunda Maria. Injil Yohanes menuliskan kisah pilu seorang ibu disaat harus menyaksikan Putranya menderita dan wafat di salib. Seorang ibu yang tegar dan setia kepada kehendak Allah. Bunda Maria menyadari bahwa ia adalah hamba Tuhan dan segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya adalah kehendak Allah.

Maria menjadi teladan kaum beriman. Ia menunjukan kepenuhan dan keutuhan hidupnya hanya kepada kehendak Allah. Yesus pun tak membiarkan ibunya mengalami kesedihan karena kematianNya. Menjelang kematianNya Ia menyerahkan ibuNya kepada para rasul. Suatu tanda bahwa Maria menjadi ibu bagi semua pengikutNya. Yesus menyerahkan ibuNya kepada para rasul sebagai satu dorongan akan pewartaan kabar sukacita, bahwa para rasul tidak dibiarkan sendirian.

Penerimaan dari para rasul merupakan bentuk sukacita bahwa Maria menjadi bunda kaum beriman. Itulah yang digambarkan dalam bacaan kedua dalam Kisah Para Rasul. Mereka semua bertekun dalam doa setelah kenaikan Yesus ke surga. Tidak lupa dalam persekutuan itu ada Maria bersama-sama dengan mereka. Mereka menyertakan Maria dalam hidup dan karya pewartaan mereka. Maria bukanlah orang asing, tetapi ibu mereka semua seperti yang dikatakan oleh Yesus, “inilah ibumu!” (Yoh.19:27). Dalam penantian akan kedatangan Roh Kudus, mereka tetap setia berdoa.

Dalam kehidupan saat ini tidak jarang ditemukan kasus kejahatan anak terhadap ibunya, atau sebaliknya ibu terhadap anaknya. Suatu gambaran yang bertolak belakang dengan kisah yang terjadi pada zaman Yesus. Meskipun situasi sakit dan menyedihkan sekalipun, tidak ada kebencian diantara mereka. Yang ada hanyalah cinta kasih yang utuh dari Yesus kepada para rasul, khusus kepada Maria ibunya. Demikian pula sebaliknya antara Maria dan para rasul. Hari ini merupakan peringatan Maria Bunda Gereja. Mengingatkan kita akan peranan Maria dalam misi dan karya perutusan Gereja. Gereja tetap bertahan sampai saat ini juga karena berkat doa dari bunda Gereja. Apakah dalam doa dan hidup, kita menyertakan Maria sebaga bunda kita?

(Fr. Rendy Paisu)

“Inilah ibumu!” (Yoh.19:27)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, buatlah hati kami tulus seperti bunda Maria! Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini